JBNN.net, Banda Aceh | Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Aceh menyelaraskan program kerja dengan Forum TBM Pusat melalui rapat koordinasi secara daring, Rabu (12/8/2026). Pertemuan membahas kondisi gerakan literasi di Aceh, kebutuhan taman baca, serta strategi memperluas jangkauan kegiatan kepada masyarakat.
Ketua Forum TBM Aceh, Rahmiana Rahman, menyampaikan sejumlah kegiatan literasi berbasis masyarakat telah berjalan di wilayahnya. Kegiatan meliputi penguatan fungsi taman baca, kegiatan membaca nyaring, pelatihan mendongeng, hingga kerja sama dengan berbagai pihak.
“Sejauh ini kegiatan literasi berbasis masyarakat telah dilaksanakan, mulai dari penguatan taman baca, membaca nyaring, pelatihan mendongeng, hingga kolaborasi bersama berbagai pihak untuk meningkatkan minat baca masyarakat,” kata Rahmi kepada media ini Kamis pagi, (13/7/2026).
Rapat bersama pengurus pusat dilakukan agar program di wilayah sejalan dengan kebijakan pusat. Pertemuan juga menjadi wadah penyampaian kondisi dan kebutuhan yang dihadapi pengelola TBM di lapangan.
“Tujuannya menyamakan program kerja antara Forum TBM Pusat dan wilayah Aceh. Selain itu, berbagi pengalaman kerja, mengetahui kebutuhan wilayah, serta menyusun langkah strategis pengembangan gerakan literasi ke depan,” ujarnya.
Rapat juga membahas pembaruan aturan organisasi dari pusat, laporan kondisi dan rencana kerja Forum TBM Aceh, serta pembahasan tantangan dan peluang pengembangan taman baca. Hasil pembahasan digunakan untuk menentukan bentuk dukungan pusat kepada wilayah.
Ketua Umum Forum TBM Pusat, Nero Taopik atau yang akrab disapa Kang Opik, menyatakan hubungan kerja antara pusat dan wilayah harus diperkuat agar program berjalan selaras dan tidak saling terpisah.
Kang Opik juga meminta pengurus TBM lebih aktif mempublikasikan setiap kegiatan yang dilakukan agar masyarakat lebih mengenal gerakan literasi. Setiap kegiatan wajib didokumentasikan dan disebarluaskan lewat berbagai media yang tersedia.
“Penting membangun kerja sama yang erat antara pusat dan wilayah agar gerakan literasi berjalan terarah dan memberi dampak luas bagi masyarakat,” kata Kang Opik.
Ia juga meminta TBM terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat serta memperluas kerja sama dengan pemerintah, komunitas, maupun sektor lainnya.
“Kegiatan TBM harus terus dikembangkan dan kerja sama diperluas, baik dengan pemerintah, komunitas maupun pihak lainnya,” ungkap Opik.
Forum TBM Aceh menegaskan penguatan hubungan dengan pusat menjadi langkah penting untuk memajukan taman baca di daerah. Melalui kesepakatan ini, kualitas kegiatan akan meningkat dan jangkauan partisipasi masyarakat dalam literasi semakin luas.





