JBNN.net, Banda Aceh | Kekeringan yang melanda kawasan Aceh Besar saat ini juga berdampak pada menurunya debit air sungai Krueng Aceh. Kondisi tersebut berakibat pada penurunan permukaan air baku di bendungan karet di lokasi Intake Perumdam Tirta Mountala WTP Pasi Lamgarot, cabang Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.
Menurut Plt. Direktur Utama Perumdam Tirta Mountala Aceh Besar Ir. Yusmadi, MM, penyusutan debit air pada bendungan karet, mengakibatkan terjadi penumpukan lumpur (sendimen) pada lokasi penyedotan.
“Pengendapan lumpur yang terlalu tebal di area penyedotan, telah terjadi penyumbatan dan berdampak pada terhentinya suplai air bersih ke pelanggan dar intake WTP Pasi Lamgarot cabang Siron selama 5 jam,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Ia menyebutkan, intake Pasi Lamgarot cabang Siron memiliki Kapasitas produksi 100 liter/detik yang mensuplai air ke kawasan Kajhu, Lambaro Angan, Tungkop dan sekitarnya.
Mantan Kadis PUPR Aceh Besar itu juga menjelaskan upaya menormalkan kembali produksi air bersih dari Intake WTP Pasi Lamgarot oleh petugas Perumdam Tirta Mountala Aceh Besar, dilakukan sejak sore hingga pukul 22.00 WIB.
“Saya menyanpaikan terima kasih dan apresiasi kepada para petugas yang telah berjibaku selama 5 jam lebih membersihkan endapan lumpur tebal yang ada di sekitar instalasi penyedotan,” katanya.
“Alhamdulillah dengan kerja keras kawan-kawan produksi air bersih di Intake WTP Pasi Lamgarot cabang Siron telah normal kembali dan suplay air ke pelanggan juga sudah lancar kembali,” ungkap Yusmadi yang juga sempat meninjau proses pembersihan.
Sementara itu, menurut Kepala instalasi Intake WTP Pasi Lamgarot Cabang Siron Perumdam Tirta Mountala Aceh Besar Rafi Rizkhan, kodisi kemacetan produksi sudah terdeteksi satu jam sebelumnya.
“Tanda-tanda kemacetan sudah terdeteksi sebelumnya, setelah kita analisa penyebabnya, hasil kajian kami koordinasikan dengan pimpinan cabang Siron, tanpa harus menunggu lama kami lakukan proses pembersihan endapan sendimen di area Bendungan Karet,” kata Rafi Rizkhan.
Rafi menambahkan, proses pembersihan yang memakan waktu 5 jam lebih tersebut yang juga turut ditinjau Pimpinan Perumdam Tirta Mountala Aceh Besar. “Alhamdulillah pelayanan suplai air bersih dari Intake WTP ini sudah normal,” pungkasnya.(**)





