JBNN.net, Banda Aceh | Mengenal huruf demi huruf, melatih pelafalan, hingga merangkai ayat menjadi bacaan yang benar. Bagi para mualaf, setiap langkah dalam mempelajari Al-Qur’an bukan sekadar proses belajar, tetapi juga perjalanan untuk semakin dekat dengan ajaran Islam.
Semangat itulah yang tumbuh dalam kegiatan Pembinaan Al-Qur’an Rutin bagi Mualaf yang digelar Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh di Mushola Al Bayan DSI Kota Banda Aceh, Selasa (27/10/2026).
Program yang berlangsung setiap Selasa ba’da Ashar ini menjadi ruang belajar bagi para mualaf untuk memperdalam kemampuan membaca Al-Qur’an secara bertahap, sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta.
Dalam pembinaan tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan pada huruf hijaiyah, tetapi juga dibimbing memahami makhraj atau tempat keluarnya huruf, tajwid dasar, hingga praktik membaca Al-Qur’an dengan pelafalan yang tepat.
Kepala Seksi Bina Aqidah pada Bidang Dakwah DSI Kota Banda Aceh, Niyyatinur, S.HI, M.H., mendampingi pelaksanaan kegiatan bersama tenaga pengajar Mohd Harissuddin, S.PI dan Nova Andiyani, S.Sos.
Bagi DSI Kota Banda Aceh, pembinaan ini bukan semata-mata mengajarkan kemampuan membaca kitab suci. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah yang aman dan nyaman bagi para mualaf untuk belajar, bertanya, serta memperbaiki bacaan tanpa dibayangi rasa malu.

“Al-Qur’an adalah pedoman hidup. Kami ingin para mualaf tidak hanya mampu membacanya, tetapi juga mencintai dan mengamalkannya. Kami mendampingi dengan penuh kesabaran, setiap kemajuan sekecil apa pun adalah langkah besar mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Niyyatinur.
Pendekatan yang sabar dan bertahap menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Setiap peserta memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda sehingga pendampingan dilakukan dengan memperhatikan perkembangan masing-masing.
Pengajar Mohd Harissuddin menjelaskan, metode pembelajaran dilakukan secara perlahan dan berulang, terutama untuk membantu peserta mengenali karakter setiap huruf hijaiyah dan melafalkannya secara benar.
“Fokus kita adalah melatih pelafalan huruf hijaiyah dengan benar. Kami ingin mualaf merasakan kemudahan dan keindahan dalam setiap ayat yang dilantunkan,” katanya.
Melalui pembinaan rutin ini, DSI Kota Banda Aceh berharap kemampuan membaca Al-Qur’an para mualaf terus meningkat, disertai penguatan keimanan dan pemahaman terhadap ajaran Islam. Konsistensi belajar menjadi salah satu kunci agar peserta dapat berkembang dan semakin percaya diri dalam membaca ayat-ayat suci.
DSI Kota Banda Aceh mengundang seluruh mualaf di wilayah Kota Banda Aceh untuk mengikuti Pembinaan Al-Qur’an Rutin setiap Selasa ba’da Ashar di Mushola Al Bayan DSI Kota Banda Aceh.
Program ini menjadi kesempatan bagi para mualaf untuk belajar dari dasar, memperbaiki bacaan, serta memperdalam pemahaman keislaman melalui bimbingan yang berkelanjutan.
Pendampingan ini, DSI Kota Banda Aceh berupaya memastikan bahwa perjalanan mempelajari Al-Qur’an dapat dijalani dengan lebih mudah, nyaman, dan penuh makna(***).





