Dedy Tabrani Ajak Semua Elemen Masyarakat Perkuat Perlawanan terhadap Narkoba

JBNN.net, Banda Aceh |  Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Penindakan aparat saja tidak cukup tanpa dukungan keluarga, pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat,”katanya, Rabu (28/10/26)di Banda Aceh.

Menurut Dedy, ancaman narkotika harus dihadapi melalui langkah yang menyeluruh, mulai dari pencegahan sejak dini, edukasi kepada masyarakat, hingga penegakan hukum terhadap pelaku dan jaringan peredaran gelap.

Karena itu, perang melawan narkoba tidak boleh hanya dibebankan kepada BNN dan kepolisian. Kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam mencegah penyalahgunaan narkotika sekaligus mempersempit ruang gerak peredarannya.

Di tingkat masyarakat, upaya pencegahan dapat dimulai dari lingkungan keluarga dan pendidikan.

Orang tua perlu membangun komunikasi terbuka dengan anak, mengenali perubahan perilaku, serta memberikan pemahaman tentang bahaya narkotika sejak dini.

Sementara itu, lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran generasi muda agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Edukasi yang berkelanjutan dinilai penting untuk memperkuat ketahanan diri anak dan remaja terhadap pengaruh negatif lingkungan pergaulan.

Di Aceh, keterlibatan ulama dan tokoh agama juga dinilai memiliki arti penting. Pendekatan keagamaan yang dipadukan dengan edukasi dan penegakan hukum diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkotika serta mendorong terciptanya lingkungan sosial yang lebih peduli.

Dedy juga menekankan pentingnya keberanian masyarakat untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika kepada pihak berwenang. Sikap tidak peduli terhadap persoalan narkoba di lingkungan sendiri justru dapat membuka peluang bagi masalah tersebut untuk berkembang.

Oleh sebab itu, sinergi antara BNN, kepolisian, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, keluarga, dan masyarakat perlu terus diperkuat. Kolaborasi tersebut dibutuhkan agar upaya pencegahan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang menyentuh kehidupan masyarakat.

“Pemberantasan narkoba membutuhkan konsistensi, kepedulian, dan keterlibatan semua pihak. Dengan kerja sama yang kuat, upaya melindungi masyarakat dari bahaya narkotika dapat dilakukan secara lebih menyeluruh,” pungkas Dedy Tabrani.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *