JBNN.net, Banda Aceh – Pelayanan parkir yang tertib, nyaman, dan profesional menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan wajah kota yang ramah bagi masyarakat. Di balik pengelolaan parkir tersebut, para juru parkir (jukir) memiliki peran penting dalam membantu kelancaran aktivitas warga sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja para petugas di lapangan, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memberikan penghargaan kepada tiga juru parkir berkinerja terbaik di Kota Banda Aceh.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, di Aula Kantor Dishub Kota Banda Aceh, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah serta prosesi peusijuk mobil patroli dan pengawalan (patwal).
Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap para jukir yang telah menjalankan tugas dengan baik, sekaligus mendorong terciptanya pelayanan perparkiran yang semakin tertib dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, Muhammad Syaifuddin Ambia, mengatakan penghargaan diberikan kepada jukir yang menunjukkan kinerja terbaik, mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, serta mendukung pencapaian target PAD dari sektor perparkiran.
“Indikatornya yang pertama yaitu mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, kemudian tidak menunggak dalam memberi setoran ke Dishub Kota Banda Aceh dan kepatuhan dalam jam kerjanya,” kata Ambia.
Menurutnya, ketiga indikator tersebut menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola parkir yang profesional.
Jukir tidak hanya bertugas membantu pengendara memarkirkan kendaraan, tetapi juga dituntut menjalankan tanggung jawab secara disiplin, memberikan pelayanan yang baik, serta memenuhi kewajiban penyetoran sesuai ketentuan.

Melalui apresiasi ini, Dishub berharap para jukir semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga kepercayaan masyarakat. Di sisi lain, penghargaan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi petugas parkir lainnya agar terus memperbaiki kinerja di lapangan.
Selain memberikan penghargaan, Dishub Kota Banda Aceh juga memperkuat upaya penertiban perparkiran melalui penyerahan simbolis rompi dan atribut resmi juru parkir.
Hal ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat mengenali petugas parkir resmi sekaligus mencegah praktik jukir liar dan gadungan yang berpotensi meresahkan pengguna jasa parkir.
Ambia menjelaskan, Dishub telah menyiapkan sebanyak 800 rompi dan atribut juru parkir yang akan dibagikan kepada para petugas. Pada kegiatan tersebut, penyerahan dilakukan secara simbolis kepada tiga orang perwakilan.
“Rompi dan atribut juru parkir total kita ada 800, tapi hari ini kita serahkan secara simbolis kita akan bagikan kepada tiga orang. Ini sebagai identitas juru parkir resmi Dishub Kota Banda Aceh untuk menghindari jukir gadungan,” kata Ambia.
Keberadaan atribut resmi tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai identitas petugas yang bertugas di lokasi parkir. Dengan demikian, pengguna jasa parkir dapat lebih mudah membedakan jukir resmi yang berada di bawah pengawasan Dishub dengan pihak yang tidak memiliki kewenangan.
Dishub juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan. Warga diminta menegur jukir yang tidak menggunakan rompi atau atribut resmi saat bertugas. Apabila ditemukan petugas parkir yang tidak memiliki atribut Dishub, penanganannya akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyambut baik pembagian rompi dan atribut baru bagi para jukir. Menurutnya, identitas resmi tersebut menjadi salah satu cara untuk membantu masyarakat mengenali petugas parkir yang sah.
”Apabila ada jukir-jukir yang gadungan, itu akan bisa terlihat. Karena jukir kita terfasilitasi dengan atribut yang kita berikan kepada mereka. Tahun lalu juga kita sudah membagikan dan tahun ini juga kita memberikan atribut yang baru,” kata Illiza.
Ia berharap para jukir dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga ketertiban parkir, serta memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Bagi Pemerintah Kota Banda Aceh, pengelolaan parkir bukan sekadar mengatur kendaraan di tepi jalan atau menyediakan ruang bagi pengguna jasa. Sektor ini juga memiliki keterkaitan dengan pendapatan daerah yang dapat mendukung peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan publik.
“Semoga mereka bisa menjaga dengan sebaik-baiknya parkir yang ada di kota. Karena ini juga berdampak terhadap PAD. Kalau PAD kita terus ada penambahan, terus ada peningkatan, maka fasilitas, pelayanan kepada masyarakat kita akan lebih baik,” harap Illiza.
Melalui pemberian penghargaan kepada jukir berprestasi dan pembagian atribut resmi, Pemko Banda Aceh berharap pengelolaan perparkiran semakin tertib, transparan, dan profesional. Sinergi antara petugas, pemerintah, dan masyarakat menjadi bagian penting untuk mewujudkan pelayanan parkir yang lebih baik sekaligus mendukung peningkatan PAD Kota Banda Aceh(***).





