UMKM Rotan Aceh Belajar Langsung ke Pusat Industri Rotan Cirebon

UMKM Rotan Aceh Mengunjungi Industri rotan di Cerebon(Foto:Dok Ist)

JBNN.net |Upaya Pemerintah Aceh dalam mendorong pertumbuhan dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan melalui berbagai program penguatan kapasitas pelaku usaha.

Salah satunya adalah kegiatan benchmarking industri rotan yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Aceh ke pusat industri rotan nasional di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada 11–15 Desember 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh 10 peserta yang terdiri atas tujuh pelaku usaha rotan Aceh serta tiga orang pendamping. Selama lima hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan pengalaman langsung dengan mengunjungi sejumlah sentra dan pelaku industri rotan yang telah berkembang pesat dan berhasil menembus pasar internasional.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, peserta melakukan dialog dan berbagi pengalaman dengan para pelaku industri rotan unggulan, di antaranya Satuan Pelayanan (Satpel) Rotan, Pusaka Jaya Rotan, serta Aksata Rattan.

Para narasumber memaparkan secara komprehensif proses produksi rotan, mulai dari pengolahan bahan baku, pengendalian kualitas, hingga pengemasan produk siap ekspor.

Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan terkait pengelolaan usaha yang berkelanjutan, pengembangan inovasi desain sesuai tren pasar, serta strategi pemasaran yang efektif untuk menjangkau pasar global.

Melalui benchmarking ini, para pelaku usaha rotan Aceh dapat melihat secara langsung besarnya potensi pengembangan industri rotan apabila dikelola secara profesional dan berorientasi pasar.

Industri rotan di Cirebon diketahui hampir seluruh pelaku usahanya telah menembus pasar internasional, dengan tujuan ekspor ke berbagai negara di kawasan Amerika, Afrika, Eropa, serta hampir seluruh wilayah Asia.

Mewakili Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Aceh, Dr. Yuli Kusdiarni menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking ini diharapkan menjadi sumber inspirasi sekaligus motivasi bagi pelaku UMKM rotan Aceh untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing produknya.

“Melalui benchmarking ini, kami berharap seluruh peserta dapat mengeksplorasi potensi masing-masing, berinovasi, serta menghasilkan karya-karya yang unik dan menarik agar mampu diterima di pasar global,” ujar Yuli.

Ia menambahkan, Dinas Koperasi dan UKM Aceh berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas UMKM, khususnya di sektor rotan, melalui pendampingan, pelatihan, serta fasilitasi akses pasar.

Kegiatan tersebut, diharapkan produk rotan Aceh tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga memiliki posisi yang kuat di pasar internasional.

Oleh karena itu Melalui kegiatan benchmarking ini, Pemerintah Aceh berharap lahir lebih banyak pelaku UMKM rotan yang adaptif terhadap perkembangan pasar, berdaya saing tinggi, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *