Selama 15 Hari Gangguan Listrik, PDAM Tirta Mountala Habiskan 36.000 Liter BBM Untuk Hidupkan Genset

JBNN.net |  Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mountala Aceh Besar mengalami gangguan pelayanan serius selama pemadaman listrik yang terjadi pascabanjir dan berdampak langsung pada seluruh sistem operasional pengolahan air.

Direktur Umum PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, David Zainal, SE, menyampaikan bahwa terhentinya pasokan listrik PLN menjadi faktor utama tidak maksimalnya pelayanan air bersih kepada masyarakat, meskipun seluruh petugas telah berupaya melakukan penanganan sejak awal kejadian.

“Selama listrik mati, operasional kami sangat terbatas. Seluruh sistem pengolahan dan distribusi air bergantung pada daya listrik besar. Ketika PLN padam, pelayanan tidak bisa berjalan normal,” ujar David Saat Konferensi pers di Aula PDAM Tirta Mountala, Siron Aceh Besar, Jumat 19 Desember 2025.

Ia menjelaskan, pada saat banjir terjadi, kondisi sungai masih penuh sehingga upaya menghidupkan kembali instalasi tidak dapat langsung dilakukan. Namun demikian, tim teknis tetap bergerak cepat menyelamatkan fasilitas yang terdampak.

“Alhamdulillah, seluruh instalasi yang sempat terendam dapat kami selamatkan. Tidak ada kerusakan berat pada mesin atau pompa, hanya beberapa kabel yang belum dapat difungsikan,” jelasnya.

Selama listrik PLN tidak menyala, PDAM Tirta Mountala terpaksa mengandalkan genset sebagai sumber daya utama. Namun, penggunaan genset tidak mampu menggantikan daya listrik PLN secara penuh.

“Genset hanya mampu menopang sebagian operasional. Kami harus mengatur pengoperasian secara bergilir setiap delapan jam karena keterbatasan daya dan efisiensi,” kata David.

Akibat kondisi tersebut, sejak 27 hingga pertengahan bulan, PDAM Tirta Mountala menghabiskan sekitar 36.000 liter BBM industri selama 15–16 hari untuk menjaga pelayanan tetap berjalan di tengah pemadaman listrik.

“Dalam kondisi normal, genset jarang digunakan. Tetapi selama listrik mati berhari-hari, kami harus mengoperasikannya terus-menerus. Ini jelas berdampak besar pada operasional,” ungkapnya.

David juga menyebutkan bahwa selama masa pemadaman, listrik PLN sempat menyala dan padam kembali hingga tiga kali, sehingga menyulitkan proses penormalan sistem.

“Setiap listrik mati dan hidup kembali, sistem harus diatur ulang. Ini membuat pelayanan semakin tidak maksimal,” tambahnya.

Meski demikian, PDAM Tirta Mountala tetap berupaya menjalankan pelayanan kepada masyarakat dengan dukungan Pertamina dalam penyediaan BBM, sehingga genset tetap dapat beroperasi meski terbatas.

“Walaupun secara operasional sangat berat dan di luar kondisi ideal, kami tetap berupaya melayani masyarakat selama listrik mati,” tegas David.

Ia berharap dengan mulainya pasokan listrik yang stabil sejak pagi hari, proses pemulihan layanan air bersih dapat berjalan lebih cepat dan kembali normal secara bertahap dalam beberapa hari ke depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *