JBNN.net, Banda Aceh | Para peneliti yang tergabung dalam Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Universitas Syiah Kuala (Kita Kreatif USK) menorehkan prestasi membanggakan dengan mendominasi sejumlah kategori penghargaan pada kegiatan Launching Buku Hasil Karya Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala.
Kegiatan bertajuk “Berkarya, Berdampak, dan Menginspirasi” tersebut menjadi momentum apresiasi terhadap produktivitas akademik dosen FEB USK dalam menghasilkan karya ilmiah berbentuk buku. Sebanyak 108 judul buku karya dosen diluncurkan dalam kegiatan tersebut, sekaligus menegaskan kuatnya budaya menulis, publikasi, dan diseminasi pengetahuan di lingkungan FEB USK.
Prestasi menonjol diraih oleh sejumlah akademisi yang juga merupakan peneliti Pusat Riset Kita Kreatif USK. Pada kategori dosen dengan buku terbanyak periode 2025–2026, penghargaan diraih oleh Ketua Dewan Pakar Pusat Riset Kita Kreatif USK, Prof. Dr. Mukhlis Yunus, M.S., Sekretaris Pusat Riset Kita Kreatif USK, Hendra Halim, M.E., serta Peneliti Pusat Riset Kita Kreatif USK, Teuku Muhammad Syahrizal, M.Ag.
Tidak hanya unggul dari sisi kuantitas penerbitan buku, para peneliti Kita Kreatif USK juga mencatat prestasi dari sisi dampak akademik. Pada kategori dosen dengan satu buku yang memiliki sitasi terbanyak periode 2025–2026, penghargaan diraih oleh Kepala Pusat Riset Kita Kreatif USK, Dr. T. Meldi Kesuma, M.M., Prof. Dr. Mukhlis Yunus, M.S., dan Hendra Halim, M.E.
Sementara itu, Prof. Dr. Mukhlis Yunus, M.S. kembali memperoleh penghargaan pada kategori penerbitan buku terbanyak melalui USK Press. Capaian tersebut semakin memperkuat kontribusi para peneliti Kita Kreatif USK dalam pengembangan literatur akademik serta penyebarluasan pengetahuan melalui publikasi buku.
Ketua Dewan Pakar Pusat Riset Kita Kreatif USK, Prof. Dr. Mukhlis Yunus, M.S., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap proses panjang dalam membangun tradisi akademik yang produktif. Menurutnya, menulis buku bukan sekadar memenuhi tuntutan kinerja akademik, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab dosen dalam mewariskan pengetahuan kepada mahasiswa dan masyarakat.
“Buku merupakan salah satu bentuk warisan intelektual seorang akademisi. Pengetahuan yang kita miliki seharusnya tidak berhenti di ruang kuliah atau dalam kegiatan penelitian, tetapi perlu didokumentasikan agar dapat dipelajari, dikembangkan, dan memberikan manfaat yang lebih luas. Penghargaan ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan mendorong lahirnya lebih banyak buku berkualitas dari Universitas Syiah Kuala,” ujar Prof. Mukhlis Yunus.
Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem yang mendukung kolaborasi penulisan lintas disiplin dan lintas generasi akademisi.
“Saya berharap budaya menulis terus tumbuh, terutama dengan melibatkan dosen muda, mahasiswa, dan jejaring peneliti. Kolaborasi akan membuat karya akademik semakin kaya karena menghadirkan berbagai perspektif sekaligus memperluas manfaat dari ilmu yang kita hasilkan,” tambahnya.
Kepala Pusat Riset Kita Kreatif USK, Dr. T. Meldi Kesuma, M.M., menyampaikan rasa syukur atas banyaknya peneliti pusat riset yang memperoleh apresiasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, prestasi ini mencerminkan bahwa kegiatan riset yang dilakukan tidak berhenti pada pengumpulan data dan penyusunan laporan, tetapi terus dikembangkan menjadi keluaran akademik yang dapat diakses oleh masyarakat luas.
“Kami sangat bersyukur karena beberapa peneliti Pusat Riset Kita Kreatif mendapatkan penghargaan pada berbagai kategori. Bagi kami, capaian ini bukan hanya penghargaan individual, tetapi merupakan refleksi dari semangat kolektif untuk terus melakukan penelitian, menulis, berkolaborasi, dan menghasilkan karya yang berdampak,” kata Dr. T. Meldi Kesuma.
Ia menyebutkan bahwa Pusat Riset Kita Kreatif USK selama ini terus mendorong para peneliti untuk mengembangkan berbagai hasil riset menjadi publikasi, buku referensi, buku ajar, monograf, policy brief, maupun bentuk diseminasi ilmiah lainnya.
“Kami ingin membangun budaya bahwa setiap penelitian sebisa mungkin memiliki keberlanjutan. Hasil penelitian jangan hanya tersimpan sebagai laporan, tetapi perlu ditransformasikan menjadi buku, artikel ilmiah, rekomendasi kebijakan, dan berbagai produk pengetahuan yang dapat digunakan oleh mahasiswa, pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat,” lanjutnya.
Menurutnya, capaian tersebut juga menjadi modal penting bagi Pusat Riset Kita Kreatif USK untuk semakin memperkuat jejaring kolaborasi nasional dan internasional di bidang komunikasi pemasaran, pariwisata, kewirausahaan, dan ekonomi kreatif.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Syiah Kuala (LPPM USK), Prof. Dr. Taufiq C. Dawood, turut memberikan apresiasi atas produktivitas para dosen dan peneliti dalam menghasilkan karya buku. Produktivitas publikasi dinilai menjadi salah satu indikator penting tumbuhnya atmosfer akademik dan budaya riset di lingkungan universitas.
“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh dosen dan peneliti yang secara konsisten menghasilkan karya akademik, termasuk para peneliti Pusat Riset Kita Kreatif USK yang pada kesempatan ini memperoleh sejumlah penghargaan. Produktivitas seperti ini harus terus dipertahankan karena buku merupakan salah satu media penting dalam mendiseminasikan hasil penelitian dan pengetahuan kepada masyarakat,” ungkap Prof. Taufiq.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pusat-pusat riset dan sivitas akademika lainnya di lingkungan USK untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas luaran penelitian.
“Yang terpenting bukan semata-mata jumlah karya, tetapi bagaimana karya tersebut memiliki kualitas, digunakan dalam pembelajaran, menjadi rujukan penelitian berikutnya, serta memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan masyarakat dan pembangunan,” lanjutnya.
Dominasi peneliti Pusat Riset Kita Kreatif USK dalam beberapa kategori penghargaan menunjukkan kuatnya keterkaitan antara riset, publikasi, pendidikan, dan diseminasi pengetahuan. Prestasi tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi pusat riset untuk terus mengembangkan kolaborasi, meningkatkan produktivitas publikasi, serta menghadirkan karya-karya akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Peluncuran 108 judul buku karya dosen FEB USK juga menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai tempat penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga sebagai pusat produksi dan penyebaran ilmu pengetahuan. Melalui semangat “Berkarya, Berdampak, dan Menginspirasi”, karya-karya tersebut diharapkan dapat menjadi referensi akademik sekaligus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.





