Politik Badut di Suasana Konstestasi Politik

Foto:Ist

Dalam suasana politik menuju pemilu yang akan di selenggarakan tahun depan yaitu tahun 2024 dimana pada tahun tersebut akan memilih presiden dan wakil presiden kepala daerah dan juga legeslatif tingkat satu,dua dan tiga maka dengan suasana tersebut banyak Pendidikan politik di suguhkan ke masyarakat mengandung lelucon yang di pertontonkan oleh actor-aktor politik tanah air.

Di sisi lain lelucon yang di pertontonkan tidak hanya di lakukan oleh actor politik melainkan partai-partai politik yang hari demi hari terus terusan melakukan atraksi lucu seperti badut yang sedang di atas panggung menghibur audience.

Bacaan Lainnya

Tanpa di sadari kebutuhan masyrakat di tengah tengah Susana kontestasi politik hari in adalah lahirnya pemimpin baru, wakil rakyat baru yang mampu menyelesaikan segala persoalan yang sedang di hadapi oleh masyarakat dari persoalan kemiskinan, persoalan keadilan, persoalan sosial dan persoalan ekonomi.

 

Namun hal ini bertolak belakang dengan apa yang sedang dilakukan oleh actor politik dan juga partai politik.

Mungkin bisa kita duga bahwasannya semua orang yang hari ini memiliki semangat dan harapan untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan selanjutnya mengangap untuk menyelesaikan segala persoalan atau kegalauan yang ada di tengah tengah masyarakat sekarang dengan lelucon politik yang dilakukan oleh elit politik.

Dari dugaan upaya penjegalan salah satu paslon, saling lempar persoalan politik indetitas tanpa disadari melakukan politik identitas, dugaan adanya sikap temperamental yang dilakukan oleh salah satu elit politik, elit politik yang membagi uang di saat kunjungan, elit politik yang di duga terlibat korupsi namun tidak ada kelanjutannya dan sampai ada dinasti politik di pemerintahan ataupun di partai politik dalam rangka ingin menguasai sector politik .

 

Inikan membuktikan bahwasannya dinamika politik yang di lakukan elit politik sama sekali tidak mengandung Pendidikan politik yang dapat mencerdaskan generasi selanjutnya untuk mewujudkan tagline indoneisa emas 2024, lelucon yang hari ini kita lihat membuktikan bahwasannya elit politik Menyusun strategi menguasai perpolitikan Indonesia agar konsepsi politik yang di bangun tidaklah lari dari apa yang sudah di susun demi kepentingan elit politik tanpa menimbang kepentingan dan kebutuhan masyarakat Indonesia.

 

Opini

  • penulis : M.Julianda Arisha Mahasiswa Magister Ilmu politik Universitas Indonesia(UI).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *