Penyidik Kejari Aceh Barat Geledah Kantor BPKD, Sita Sejumlah Dokumen

Penyidik Periksa berkas Dokumen (Foto:Humas Kejati Aceh)

JBNN.Net | Penyidik dari Kejaksaan Negeri Aceh Barat melakukan penggeledahan di Kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) kabupaten setempat sebagai bagian dari upaya penyidikan kasus dugaan korupsi pajak penerangan lampu jalan. Penggeledahan ini merupakan langkah penting dalam proses hukum yang sedang berlangsung untuk mengungkap dan mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Barat, Siswanto, menjelaskan bahwa tujuan dari penggeledahan ini adalah untuk memperoleh barang bukti yang relevan dengan kasus korupsi yang sedang diselidiki. “Penggeledahan ini kami lakukan sebagai bagian dari upaya mengumpulkan barang bukti terkait perkara korupsi yang sedang kita tangani,” kata Siswanto kepada Media, Selasa,21 Mei 2024

Bacaan Lainnya

Tim penyidik yang terdiri dari delapan orang diterjunkan untuk melaksanakan penggeledahan di Kantor BPKD Kabupaten Aceh Barat. Penggeledahan ini dilakukan setelah penyidik memperoleh izin resmi dari Pengadilan Negeri Meulaboh, yang memberikan legalitas untuk melaksanakan tindakan tersebut.

Adapun ruangan-ruangan yang menjadi fokus penggeledahan antara lain ruang Kepala BPKD Aceh Barat, ruang bendahara pengeluaran, serta ruang bidang pendapatan. Penyidik menyisir ruangan-ruangan tersebut untuk mencari dan menyita sejumlah dokumen yang berhubungan dengan pengeluaran keuangan serta dokumen-dokumen penting lainnya yang dianggap memiliki kaitan dengan kasus dugaan korupsi ini.

Dalam proses penggeledahan ini, sejumlah dokumen yang disita mencakup berbagai catatan dan laporan keuangan yang diduga memiliki informasi penting untuk mengungkap modus operandi dari tindak pidana korupsi yang sedang diusut.

Penyidik berharap dengan ditemukannya dokumen-dokumen ini, mereka dapat lebih memperjelas alur dugaan korupsi serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

Kasus dugaan korupsi pajak penerangan lampu jalan ini menjadi perhatian khusus Kejaksaan Negeri Aceh Barat karena melibatkan dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat. Siswanto menegaskan komitmen pihaknya untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan bahwa setiap pelaku yang terlibat akan mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan hukum yang berlaku.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *