JBNN.Net | Mahasiswa Subulussalam yang tinggal di asrama di Banda Aceh mendesak pemerintah untuk segera membayarkan biaya sewa asrama. Raja Pagan Berutu, Ketua Asrama Putra Blang Krueng, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah yang dinilai terlalu mengabaikan kebutuhan mahasiswa.
Menurut Raja, pemerintah belum membayarkan biaya sewa asrama yang terletak di Batoh dan Blang Krueng, Banda Aceh. Hal ini menyebabkan kesulitan bagi mahasiswa yang tinggal di asrama, terutama bagi mereka yang kurang mampu dan sedang menjalani skripsi/tugas akhir.
Lebih parah lagi, asrama di Batoh telah digusur karena tidak ada titik terang dari pemerintah daerah. Raja juga mengungkapkan bahwa pemimpin nomor satu di Subulussalam tidak begitu peduli terhadap mahasiswa.
“Oda keca lot kepeng, odane lot jawaban” saat ditanyai solusi untuk asrama mahasiswa yang kurang mampu.
Asrama Putra Banda Aceh saat ini didesak oleh pemilik kontrakan dan beberapa sudah digusur karena biaya sewa belum terbayarkan selama 6 bulan, terhitung dari Desember 2023.
Raja menegaskan bahwa ia tidak hanya akan mengkritik, tetapi siap terlibat dan berdiskusi bersama dalam mencari solusi. Oleh karena itu, Raja meminta pemerintah kota Subulussalam untuk menindaklanjuti persoalan asrama mahasiswa secepat mungkin.
“Kami berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan masalah ini, karena persoalan ini terlalu disepelekan tetapi berdampak besar bagi mahasiswa yang tinggal di asrama,” tutup Raja






