Pelaku Pengibaran Bendera Bulan Bintang di Polsek Samalanga Minta Maaf

Tangkap layar Video Permintaan Maaf Nasrudin.

JBNN.Net | Pelaku Pengibaran Bendera Bintang Bulan di Polsek Samalanga akhirnya Minta Maaf secara terbuka  melalui sebuah video yang di buatnya

Berdasarkan Video yang beredar melalui Pesan Whats App (WA) yang diterima media ini Minggu malam 31 Maret 2024,

Bacaan Lainnya

Seorang pria mengaku atas nama Nasrudin alias Nyak Din, pelaku pengibaran bendera Bintang Bulan di Polsek Samalanga, Bireuen, meminta maaf katas aksinya yang sempat menyita perhatian publik beberapa waktu lalu.

“Saya Nasrudin alias Nyak Din meminta maaf kepada masyarakat Bireuen, dan Polres Bireuen, khususnya Polsek Samalanga, perihal pengibaran Bintang Bulan di Polsek Samalanga yang membuat gaduh,” kata Nasrudin dalam video berdurasi 53 detik tersebut.

Dia mengaku menyesal atas perbuatan tersebut karena tersalur emosi sesaat terkait kesalah pahaman penanganan kasus saudaranya di Polsek Samalanga.

Nasrudin yang mengenakan peci putih dan kaos oblong kuning berkerah itu juga  berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan turut menjaga keamanan ketertiban di wilayah hukum Polsek Bireuen.

“Saya membuat pernyataan ini atas kesadaran sendiri  tanpa paksa dari pihak mana pun”,kata Nasruddin mengakhiri video tersebut.

Sebelumnya sempat viral beredar sebuah video sekelompok pria menggunakan mobil dauble kabin warna hitam membawa bendera bulan bintang ke polsek samalanga,Jumat 29aret 2024. Nasruddin yang terekam dalam video itu berhasil mengibarkan dua bendera di pagar halaman kantor Polsek samalanga.

Aksi nekat ini mengundang perhatian sejumlah masyarakat bahkan video beredar cepat di media sosial.

Atas kejadia tersebut Kepolisian Resor Bireuen mengklarifikasi soal adanya video masyarakat yang memasang bendera bulan bintang itu.

Kapolres Bireuen AKBP Jatmiko mengatakan  pemasangan bendera bulan bintang tersebut yang diduga dilatarbelakangi adanya ketidakpuasan dari pelaku NS alias ND cs terhadap hasil penanganan kasus penganiayaan yang dilaporkan ke Polsek Samalanga pada 4 Oktober 2023 lalu.

Padahal, sambung Jatmiko, penanganan kasus tersebut telah dilakukan dengan profesional sesuai aturan yang berlaku. Prosesnya juga sudah berjalan sebagaimana mestinya. Tersangka beserta barang bukti pun sudah diserahkan ke jaksa.

“Berdasarkan keterangan Kapolsek, aksi itu diduga karena pelaku NS alias ND cs ini tidak puas dengan penanganan kasus penganiayaan yang pernah dilaporkan ke Polsek Samalanga pada Oktober 2023 lalu. Padahal kasus itu sudah berproses sesuai aturan yang ada,” jelas Jatmiko, dalam keterangannya usai turun langsung ke lokasi kejadian, Sabtu, 30 Maret 2024.

Mantan Kapolres Simeulue itu juga mengatakan, terkait kejadian tersebut dirinya yang didampingi Pj Bupati dan tokoh masyarakat telah telah melakukan langkah-langkah persuasif agar kamtibmas di Kota Santri itu tetap terjaga.

Selain itu, kata Jatmiko lagi, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan baik terhadap Kapolsek maupun personel yang piket pada hari kejadian.

“Pemeriksaan internal juga tetap kita lakukan. Bila memang ada indikasi ketidakprofesionalan anggota dalam penanganan kasus yang mendasari kejadian ini, ya tetap akan kita proses,” kata Jatmiko, tegas.

Jatmiko juga mengimbau masyarakat, khususnya yang ada di Kabupaten Bireuen agar bersama-sama menjaga kamtibmas, terlebih pada bulan suci Ramadan, sehingga terciptanya keamanan dan kenyamanan dalam beribadah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *