Mantan Anggota DPRA dan Koorlap Korupsi Beasiswa Dilimpahkan ke Kejaksaan

Jaksa Menerima Dua Tersangka Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh (Foto:Humas Kejati Aceh)

JBNN.Net| Penyidik Pada Kejaksaan Tinggi ( Kejati) Aceh menerima dua tersangka dan barang bukti (tahap II) Terkait kasus dugaan korupsi bantuan biaya Pendidikan beasiswa di BPSDM Aceh tahun 2017

Kedua tersangka masing-masing Suhaimi selaku koordintor beasiswa dan Dedy Safrizal selaku anggota DPRA  priode 2014-2019.

Bacaan Lainnya

Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Drs. Joko Purwanto, S.H. Melalui Plh Kasi penkum Ali Rasaab Lubis mengatakan, Bahwa pada hari ini Rabu tanggal 13 Maret 2024, Tim Jaksa Penuntut Umum pada Kejati Aceh telah menerima Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti atau Penyerahan Tahap II kasus Bea Siswa dari Penyidik Polda Aceh.

’’Maka setelah dilaksanakannya peyerahan Tahap II, Tim Jaksa Penuntut Umum akan segera mempersiapkan Surat Dakwaan dan melimpahkan perkara tersebut ke PN TPkor Banda Aceh’’,Kata Ali Rasab dalam keterangan Persnya Rabu,13 Maret 2024.

 

Lebih lanjut Ali Rasab menjelaskan kronologi yang melibatkan kedua tersangka pada kasus beasiswa ini,disebutkan tersangka Suhaimi sejak Tahun 2016 sampai dengan 2018, bertempat Kantor BPSDM Aceh, Komplek Perumahan DPRA di Desa Ie Masen Kayee Adang Kec. Syiah Kuala Kota Banda Aceh, bersama  Dedi Safrizal mengusulkan 208 Mahasiswa sebagai calon penerima Bantuan Biaya Pendidikan di BPSDM Aceh Tahun 2017 melalui Pokok Pikiran Dedi Safrizal selaku Anggota DPRA Periode tahun 2014 s/d 2019 dengan Besar Anggaran Rp4.589.000.000,-.

Tersangka Secara melawan hukum bersama-sama dengan Dedi Safrizal melakukan pemotongan uang senilai sejumlah Rp. 2.918.450.000,dari penerima beasiswa, perbuatan tersangka memperkaya diri sendiri senilai sejumlah Rp131.000.000,-, Dedi Safrizal senilai sejumlah Rp2.360.950.000,-,serta Khairul Bahri sejumlah Rp54.000.000,-, dan 158 Penerima Beasiswa senilai sejumlah Rp1.008.050.000 yang berasal dari Tindak Pidana Korupsi Kegiatan Bantuan Biaya Pendidikan D3,D4,S1,S2,Dokter Spesialis dan S3 Dalam Negeri dan S1,S2,S3 Luar Negeri Masyarakat Aceh pada BPSDM Aceh yang bersumber dari APBA tahun 2017 merugikan Keuangan Negara senilai sejumlah Rp3.5 Milyar Lebih

Sementara Tersangka Dedi Safrizal juga terlibat pada pengusulan 208 Mahasiswa sebagai calon penerima Bantuan Biaya Pendidikan di BPSDM Aceh Tahun 2017 melalui Pokir dirinya saat menjabat sebagai anggota  DPRA  tersangka diduga melawan hukum bersama-sama Suhaimi melakukan pemotongan uang senilai sejumlah Rp. 2.918.450.000,- perbuatan tersangka memperkaya diri sendiri senilai sejumlah Rp2.360.950.000,-dan Suhaimi  senilai sejumlah Rp131.000.000,-, saksi Khairul Bahri sejumlah Rp54.000.000,-,

Atas Perbuatanya kedua Tersangka melanggar Pasal 2 ayat (1) UU.No.31 tahun 1999 Jo. UU. NO.20 TAHUN 2001 Jo.Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 3 UU. No.31 Tahun 1999 Jo UU.No.20 Tahun 2001 Jo.Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau Kedua pasal 12 e UU.No. 31 tahun 1999 Jo UU.No.20 tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.ungkap Ali Rasab Lubis.

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *