JBNN.Net | Dua Pasangan Calon Gubernur Aceh pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Aceh 2024 menyampaikan Visi Misinya pada Rapat Paripurna DPRA yang di gelar pada Rabu 25 September 2024 di Gedung DPRA,Jalan Tengku Daued Beureueh, Kuta Alam, Banda Aceh.
Rapat paripurna ini dipimpin langsung ketau DPRA Zulfadli,dihadiri sejumlah Pejabat pemerintah Aceh dan unsur Forkopimda Aceh.
Zulfadli memberi kesempatan pertama kepada pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 1 Bustami Hamzah dan Muhammad Fadhil Rahmi untuk menyampaikan Visi-Misinya jika terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Priode 2025-2029. dilanjutkan penyampaian Visi Misi Paslon nomor urut 2 Muzakir Manaf-Fadhullah.
Pada Visi-Misi kedua pasangan ini tampak berkomitmen menegakkan syariat Islam terutama penekanan pada pendidikan agam Islam.
Jika pasangan Bustami Hamzah akan meningkat kesejahteraan guree(Guru) dayah dan lain-lain, pasangan Mualem Justru menekankan pada pendidikan baca Al-quran sejak dini.
Mualem mengatakan jika terpilih nanti mewajibkan tahsin bacaan alquran sejak usia dini hingga Dewasa.
“Kedapan kita akan wajibkan Tahsin bacaan Alquran sejak umur dini dan sampai ureung tuha beh hana meoh saoh(sampi orang tua, jangan sampai berantakan ) “,tegas Mualem Saat membaca Visi Misi disambut tepuk tangan para pendukungnya.
Kemampuan baca Al-quran sangat penting bagi masyarakat Aceh apalagi Aceh sebagai daerah yang menerapkan Syariat Islam bahkan menjadi persyaratan untuk peserta pemilu legeslatif dan calon kepala daerah di Aceh.
“Baca Alquran penting ini setiap yang setiap adacara selalu di awali dengan pembacaan ayat suci Alquran”,ujarnya
Selain itu, Pasangan nomor urut 2 juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan Syariat Islam secara kaffah dalam kehidupan masyarakat.
Mereka berfokus pada peningkatan syiar Islam melalui dakwah yang intensif guna memperkuat pemahaman dan pengamalan Syariat Islam di tengah masyarakat.
Dalam Visi-Misinya Mualem dan Dek Fad akan berupaya membangun komunikasi yang erat antara ulama dan tokoh masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam pembinaan umat dan berkomitmen untuk memperkuat pengawasan kehidupan keagamaan dengan menekankan pembinaan akhlak serta menjaga kerukunan antar umat.
Serta upaya pencegahan terhadap munculnya aliran-aliran sesat yang berpotensi merusak syiar dan amalan Syariat Islam juga menjadi prioritas pasangan ini





