JBNN.net, Banda Aceh | Mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah.
Perubahan juga harus tumbuh dari kesadaran masyarakat, termasuk lingkungan perguruan tinggi yang memiliki peran strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Semangat itulah yang didorong Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh melalui edukasi pengelolaan lingkungan dan sosial berkelanjutan di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu (28/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK3 Banda Aceh, Ir. Cut Safarina Yulianti, S.T., M.M., M.T., hadir sebagai pemateri dengan mengangkat tema “Pengelolaan Lingkungan & Sosial Berkelanjutan: Kebiasaan Kecil di Kampus Menuju Perubahan Besar di Kota Banda Aceh”.
Pelatihan yang diikuti dosen dan tenaga kependidikan UIN Ar-Raniry ini menjadi ruang edukasi sekaligus ajakan untuk melihat bahwa persoalan lingkungan bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan perubahan pola pikir dan kebiasaan sehari-hari.
Kampus sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan memiliki posisi penting dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan. Apa yang dibiasakan di lingkungan kampus berpotensi menjadi contoh dan membawa pengaruh positif bagi kehidupan masyarakat yang lebih luas.
Mulai dari membangun kebiasaan menjaga kebersihan ruang kerja dan ruang belajar, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah, menggunakan sumber daya secara bijak hingga menciptakan lingkungan yang ramah bagi seluruh warga kampus.
Hal tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh elemen kampus, kebiasaan kecil dapat berkembang menjadi gerakan kolektif yang memberikan dampak nyata.
Melalui materi yang disampaikan, DLHK3 Banda Aceh mendorong pentingnya membangun konsep Eco Campus atau kampus berwawasan lingkungan. Konsep ini tidak hanya menitikberatkan pada kebersihan dan keindahan kawasan, tetapi juga mencakup pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, kepedulian sosial, serta terciptanya ruang pendidikan yang sehat, nyaman, dan inklusif.
Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, pertemuan ini diharapkan melahirkan komitmen bersama yang diwujudkan melalui rencana aksi nyata. Dengan demikian, kesadaran lingkungan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi menjadi bagian dari budaya dan aktivitas sehari-hari di lingkungan perguruan tinggi.
Upaya tersebut sekaligus sejalan dengan semangat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yang menempatkan kualitas lingkungan, kehidupan sosial, dan pembangunan berkelanjutan sebagai bagian penting dari masa depan.
DLHK3 Banda Aceh berharap perguruan tinggi dapat menjadi salah satu motor penggerak perubahan. Sebab, membangun kota yang berkelanjutan tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Perubahan justru dapat tumbuh dari tindakan sederhana yang dDLHK3 Banda Aceh Dorong Budaya Eco Campus, Perubahan Besar Dimulai dari Kebiasaan Kecil(***).




