JBNN.net, Banda Aceh | Warga Gampong Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, digegerkan dengan penemuan seorang pria paruh baya meninggal dunia di atas becak motor, Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Pria tersebut ditemukan di pinggir Jalan Pelangi, tepatnya di belakang salah satu kios milik warga.
Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang di atas becak motor Honda Supra warna hitam. Ia mengenakan baju biru dongker dan celana berwarna cokelat, sebuah bantal kecil berada di bawah kepalanya, seperti orang yang sedang tertidur.
Namun, korban ternyata sudah tidak bernyawa.
Informasi yang dihimpun dari warga di lokasi, korban dikenal dengan nama Ade. Warga sekitar lebih sering memanggilnya Wak Lan.
Seorang saksi yang pertama kali melihat korban mengatakan, Wak Lan selama ini hidup seorang diri dan tidak memiliki tempat tinggal tetap.
Ia kerap tidur di atas becak miliknya. Lokasinya berpindah-pindah di sekitar kawasan tersebut.
“Namanya Wak Lan. Dia sering berada di sekitar sini. Tidak punya tempat tinggal. Kalau malam biasanya tidur di becaknya,” kata saksi yang tidak ingin menyebut namanya.
Menurut saksi, korban juga tidak memiliki identitas kependudukan yang jelas. Bahkan, warga tidak memiliki KTP pada tubuh korban.
Sebelum meninggal, korban pernah mengaku berasal dari Aceh Tamiang.
Namun, berdasarkan keterangan warga, ia bukan penduduk Gampong Keuramat dan tidak tercatat sebagai warga setempat.
Menurut saksi, kondisi korban sempat memburuk pada Selasa (22/9/2026) malam. Sekitar pukul 21.00 WIB, Wak Lan mengeluh sakit kepada saksi dan sejumlah warga.
Warga kemudian membantu membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, karena persoalan identitas, korban disebut tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana yang diharapkan warga.
Warga akhirnya membeli obat untuk korban di sebuah apotek di sekitar Jalan Syiah Kuala.
Setelah itu, korban kembali ke tempat biasa ia beristirahat.
Ia kemudian tidur di atas becak miliknya.
Hingga Rabu siang, saksi kembali melihat korban masih berada di atas becak, awalnya dikira sedang tidur.
Namun, setelah diperiksa, korban ternyata sudah meninggal dunia.
Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat gampong dan pihak keamanan.
Petugas kepolisian bersama Tim Inafis kemudian mendatangi lokasi.
Korban dievakuasi dari atas becak untuk dibawa ke rumah sakit.
Dari pemeriksaan awal di lokasi, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Hanya terlihat adanya seperti tempelan koyok pada bagian belakang tubuh korban.
Warga menduga korban meninggal akibat penyakit yang sebelumnya dideritanya.
Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.





