JBNN.Net | Pengamat politik dan sosial Aceh, Usman Lamreung, menyoroti pelaksanaan tes baca Al-Quran bagi dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang telah selesai dilaksanakan.
Kedua pasangan calon, Muzakir Manaf-Fadhlullah dan Bustami Hamzah-Tu Sop, dinyatakan lulus dalam uji baca Al-Quran oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2016. Penilaian yang dilakukan meliputi ilmu tajwid, fashahah, dan adab.
Namun, menurut Usman, meski tes baca Al-Quran ini penting, banyak masyarakat Aceh yang merasa kecewa dengan hasil tersebut. Kritik dan komentar negatif bermunculan, terutama terhadap salah satu calon, yang dinilai tidak cukup mumpuni dalam mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran ke dalam tindakan nyata sebagai pemimpin.
“Tes baca Al-Quran adalah bentuk seleksi awal yang penting, namun harus diingat bahwa kemampuan membaca saja tidak cukup. Seorang pemimpin Aceh tidak hanya harus mampu membaca Al-Quran, tetapi juga harus mampu menjalankan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Usman Lamreung, Kamis 5 September 2024
Menurutnya, dalam konteks budaya Aceh yang kental dengan nilai-nilai Islam, masyarakat berharap calon pemimpin mampu mengimplementasikan ajaran Al-Quran, seperti menyelesaikan masalah rakyat, meningkatkan kesejahteraan, menegakkan keadilan, dan menunjukkan integritas yang tinggi.
Usman juga menekankan bahwa publik memiliki hak untuk mengekspresikan kekecewaan dan kritik terhadap hasil tes ini, karena hal itu adalah bagian dari proses demokrasi. Meskipun secara prosedural kedua pasangan calon telah memenuhi syarat yang diamanatkan oleh qanun, publik tetap memiliki kriteria tersendiri dalam memilih pemimpin.
“Secara hukum, kedua calon memang lulus membaca Al-Quran, namun publik tentu memiliki pertimbangan lain dalam memilih pemimpin. Bagi masyarakat Aceh, kemampuan membaca Al-Quran hanyalah salah satu kriteria. Yang lebih penting adalah bagaimana calon pemimpin tersebut mampu menjalankan amanah Al-Quran dalam tindakan nyata, terutama dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi rakyat,” tutup Usman.





