Plt Direktur RSUD Aceh Besar Dikritik, Warga Keluhkan Kekosongan Obat

RSUD Aceh Besar (Foto:Dok Ist)

JBNN.Net | Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Aceh Besar, dr. Susi Mahdalena, MKM, mendapat sorotan tajam dari masyarakat yang menilai kepemimpinannya tidak mampu mengatasi masalah ketersediaan obat di rumah sakit tersebut. Keluhan masyarakat ini timbul karena stok obat yang sering kosong di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

 

Bacaan Lainnya

Sejumlah pasien rawat inap dan rawat jalan mengeluhkan kondisi ini. Mereka sering kali harus mencari obat di luar rumah sakit karena obat yang diresepkan dokter tidak tersedia di apotek RSUD Aceh Besar. Seorang warga Sibreh menyampaikan kekecewaannya setelah beberapa kali harus kembali ke apotek rumah sakit untuk mendapatkan obat yang dijanjikan namun tetap tidak tersedia.

 

“Kami sangat kesulitan. Setelah diperiksa dan diberi resep oleh dokter, obatnya tidak ada di apotek rumah sakit. Kami disuruh kembali beberapa hari kemudian, tapi tetap saja obatnya tidak ada,” ungkapnya pada Jumat, 17 Mei 2024.

 

Keluhan serupa datang dari seorang warga Indra Puri yang membawa adiknya ke RSUD Aceh Besar. Setelah diperiksa di poliklinik, dokter memberikan resep Paracetamol yang ternyata tidak tersedia di apotek rumah sakit. “Paracetamol pun tidak ada, akhirnya kami harus pergi ke Rumah Sakit Ibnu Sina untuk mendapatkan obat,” ujarnya.

 

Seorang perawat yang tidak ingin disebutkan namanya mengonfirmasi kondisi ini. Ia menyatakan bahwa RSUD Aceh Besar sering kehabisan stok obat sejak dipimpin oleh dr. Susi Mahdalena. “Kami sering dimarahi keluarga pasien karena tidak ada obat. Kami terpaksa meminta mereka untuk kembali besok, tapi obatnya tetap tidak ada. Ini sangat menyulitkan kami,” katanya.

 

Perawat tersebut mengaku sudah melaporkan masalah ini kepada kepala bidang pelayanan, namun belum ada solusi yang ditemukan. “Situasi ini membuat kami mempertimbangkan untuk berhenti bekerja jika kondisi tidak berubah,” tambahnya.

 

Warga berharap ada perbaikan segera di RSUD Aceh Besar agar masalah kekosongan obat ini tidak berlarut-larut dan pelayanan kesehatan bisa kembali normal. Mereka juga berharap pihak berwenang mengambil tindakan untuk memastikan ketersediaan obat-obatan yang dibutuhkan pasien.

Media ini telah melakukan konfirmasi kepada Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Aceh Besar, dr. Susi Mahdalena,namun belum ada tanghapan dari yang bersangkutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *