JBNN.Net | Rapat Paripurna DPRK Langsa hari ini menjadi panggung penting bagi pasangan MANDIRI calon Walikota dan Wakil Walikota Langsa nomor urut 3 Maimul Mahdi S.Sos M.AP Nurzahri ST untuk memaparkan visi, misi, dan program unggulan mereka.
Dengan agenda penyampaian visi-misi untuk periode 2025-2030, pasangan ini menyampaikan komitmen mereka untuk membawa perubahan signifikan dalam tata kelola Kota Langsa.
Ruang Rapat Paripurna DPRK Langsa tampak penuh sesak dengan berbagai elemen penting kota yang hadir.
Ketua dan anggota DPRK Langsa, Penjabat Walikota, hingga para tokoh masyarakat, ulama, dan pimpinan instansi pemerintahan turut menyaksikan jalannya sidang.
Suasana semakin khidmat saat pasangan calon nomor urut 3 membuka pemaparannya dengan pesan moral dari Penjabat Walikota Langsa yang menyerukan agar Pilkada ini menjadi ajang adu gagasan, integritas, serta rekam jejak yang relevan.
Problematika Kota Langsa dan Tawaran Solusi
Dalam pidatonya, calon Walikota memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi Kota Langsa. Di antaranya, kemunduran pelaksanaan syariat Islam yang ditandai dengan semakin maraknya perjudian online, prostitusi, dan pelanggaran syariat lainnya.
Mereka juga menyoroti lemahnya penerapan e-government akibat keterbatasan SDM dan infrastruktur teknologi informasi.
Tantangan lain yang disampaikan adalah kapasitas fiskal Kota Langsa yang relatif kecil, kurangnya lapangan kerja, serta minimnya perhatian terhadap ekonomi hijau dan biru yang seharusnya bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Tidak ketinggalan, masalah pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur juga menjadi fokus utama pasangan calon ini.
Calon Walikota nomor urut 3 mengatakan bahwa “keadaan ini memerlukan terobosan dan inovasi, bukan hanya sekadar melanjutkan apa yang sudah ada. Kota Langsa harus bergerak maju dengan konsep modern dan berkelanjutan, tetapi tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan keacehan.”
Visi Kota Langsa 2025-2030: Kota Jasa yang Beriman, Sejahtera, dan Berkelanjutan
Mengusung visi *“Langsa Kota Jasa yang Beriman, Sejahtera, dan Berkelanjutan”*, pasangan calon nomor urut 3 menawarkan paradigma baru dalam pembangunan kota.
Langsa, sebagai pusat perdagangan, jasa, dan industri skala kecil, harus mampu meningkatkan daya saing dan kualitas hidup warganya.
“Langsa memiliki potensi besar untuk menjadi pusat jasa yang tidak hanya dikenal di Aceh, tetapi juga di tingkat nasional. Kita harus memanfaatkan posisi geografis dan keberadaan dua perguruan tinggi ternama, yaitu IAIN Langsa dan Universitas Samudera, sebagai daya ungkit pengembangan ekonomi kota ini,” ujar calon Walikota.
Untuk mencapai visi tersebut, mereka merumuskan misi yang mencakup penguatan syariat Islam secara *kaffah*, peningkatan tata kelola pemerintahan berbasis smart city, penataan kota yang lebih bersih dan ramah lingkungan, serta pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Mereka juga menekankan pentingnya pendidikan vokasional yang Islami dan pelayanan kesehatan berbasis digital.
Program Unggulan: Solusi untuk Masyarakat Langsa
Pasangan calon nomor urut 3 menawarkan sejumlah program unggulan yang diklaim akan membawa perubahan nyata bagi masyarakat Langsa. Di antaranya adalah:
1. *Modernisasi Tata Kelola Pemerintahan*: Melalui penerapan e-government yang lebih efisien, transparan, dan antikorupsi.
2. *Penciptaan Lapangan Kerja Baru*: Menggandeng dunia pendidikan dan industri untuk menciptakan peluang kerja bagi generasi muda.
3. *Optimalisasi Ekonomi Hijau dan Biru*: Pemanfaatan potensi ekowisata dan silvofishery untuk mendorong ekonomi berkelanjutan.
4. *Pengembangan Ekonomi Kreatif*: Membangun rumah digital dan rumah seni untuk mendukung kreativitas anak muda.
5. *Air Bersih dan Sanitasi Layak*: Program penyediaan air bersih untuk seluruh warga Langsa.
6. *Rumah Sakit Regional*: Penyelesaian pembangunan rumah sakit regional sebagai pusat pelayanan kesehatan berkualitas di kawasan ini.
Tidak hanya itu, mereka juga menjanjikan pembangunan fasilitas olahraga dan seni yang representatif, termasuk rencana untuk merehabilitasi Stadion Langsa agar bisa menjadi tuan rumah berbagai event olahraga nasional.
Komitmen untuk Pendidikan dan Keamanan
Pasangan calon ini juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di Kota Langsa. Mereka berencana meningkatkan infrastruktur pendidikan, kualitas guru, dan menggalakkan berbagai kompetisi sebagai sarana pengembangan bakat.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada pemberdayaan perempuan, anak-anak, dan kaum disabilitas.
Dalam hal keamanan, pasangan calon nomor urut 3 menargetkan untuk meningkatkan ketertiban umum dan menekan angka kejahatan melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
*Langsa Menuju Masa Depan yang Lebih Baik*
Dengan strategi sinergi program pemerintah provinsi dan nasional, peningkatan kesejahteraan ASN, serta kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Langsa nomor urut 3 optimis mampu membawa perubahan positif.
“Langsa harus menjadi kota yang beriman, sejahtera, dan berkelanjutan, di mana setiap warganya merasa bangga menjadi bagian dari kota ini,” tegas mereka di akhir pidatonya.
Pemaparan visi dan misi ini disambut antusias oleh para hadirin, yang berharap bahwa pasangan ini dapat mewujudkan cita-cita besar mereka untuk masa depan Langsa yang lebih baik.
Dengan begitu, apakah pasangan nomor urut 3 ini mampu mewujudkan *Langsa MANDIRI* yang mereka impikan? Hanya waktu dan dukungan masyarakat yang akan menjawab.





