JBNN.net | Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan (BDK) Provinsi Aceh menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T., pada Selasa, 20 Januari 2026.
Kegiatan pembinaan ini turut dihadiri oleh Kepala BDK Provinsi Aceh, Kepala Subbagian Tata Usaha, serta Ketua Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI) Kementerian Agama, dan diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan BDK Aceh.
Dalam sambutannya, Prof. Muhammad Ali Ramdhani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Ia mengajak seluruh ASN untuk bersabar serta memperkuat empati dan kepedulian sosial, seraya berharap musibah tersebut dapat menjadi momentum penguatan nilai kebersamaan dan ketangguhan masyarakat Aceh.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BMBPSDM juga melakukan peninjauan terhadap gedung baru kantor BDK Aceh yang telah beroperasi selama kurang lebih enam bulan.
Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan sarana dan prasarana dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi ASN secara optimal. Ia mendorong adanya penyesuaian dan penyempurnaan secara bertahap agar lingkungan kerja semakin nyaman dan kondusif.
Dalam arahannya, Prof. Ali Ramdhani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai BDK Aceh yang tetap menunjukkan dedikasi, semangat, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, meskipun masih dalam proses adaptasi dengan lingkungan kerja yang baru.
Menurutnya, komitmen ASN dalam memberikan pelayanan terbaik merupakan kekuatan utama institusi.
Beliau menegaskan bahwa ASN di lingkungan BDK Aceh diharapkan terus meningkatkan kinerja dengan mengedepankan nilai kerja keras, kerja ikhlas, kerja cerdas, dan kerja tuntas, guna mendukung kualitas pelayanan dan tata kelola kelembagaan yang semakin baik.
“Ibu dan Bapak, mari kita membangun pola kerja yang adaptif dan inovatif di tengah berbagai tantangan yang ada. Pemanfaatan pola kerja fleksibel seperti Work From Anywhere (WFA) dapat dilakukan sepanjang kinerja tetap terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Kang Dhani, sapaan akrab Kepala BMBPSDM.
Selain itu, dalam pembinaan tersebut, Kang Dhani juga menekankan pentingnya nilai kejujuran sebagai fondasi integritas ASN.
Ia menyampaikan bahwa kejujuran akan melahirkan kepercayaan, dan kepercayaan menjadi modal utama dalam membangun kualitas pelayanan publik yang berkelanjutan.
“Integritas sering kali berawal dari hal yang sederhana, yaitu kejujuran. Dari kejujuran akan tumbuh kepercayaan, dan kepercayaan inilah yang membuka ruang-ruang kebaikan dalam berbagai aspek pengabdian,” tuturnya.
Melalui kegiatan pembinaan ini, BDK Aceh diharapkan terus berperan sebagai pusat pengembangan kompetensi ASN yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perubahan perilaku kerja yang positif, berkelanjutan, dan berintegritas di lingkungan Kementerian Agama.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat semakin memotivasi ASN BDK Aceh untuk memperkuat pelayanan publik yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.





