JBNN.net | Aksi penganiayaan yang terjadi di SPBU kawasan Manyar, Gresik, dan sempat viral di media sosial, akhirnya terungkap. Pelaku diketahui bernama Rio Rohman Rosyidi (30), warga Gumeno, Manyar, Gresik, yang kini telah diamankan polisi.
Insiden itu terjadi saat korban, Imam Lutfi, tengah mengantre untuk mengisi BBM. Tanpa sebab yang jelas, pelaku tiba-tiba turun dari sepeda motor dan menghajar korban. Belakangan diketahui, pelaku mengaku emosi karena merasa dipelototi korban.
“Pelaku mengaku kesal dipelototi oleh korban. Padahal korban tidak merasa melototi pelaku,” kata Kanit Reskrim Polsek Manyar Ipda Syaiful Rohim, dilansir dari detikJatim,Rabu (7/1/2026).
Syaiful menjelaskan, korban sempat mencoba mengklarifikasi sebelum dipukul. Namun emosi pelaku sudah terlanjur memuncak.
“Korban sempat mengatakan ada apa mas, saya tidak melihat sampean. Tapi pelaku langsung melayangkan bogeman kepada korban,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan, polisi juga mengungkap bahwa Rio bukan pelaku baru dalam dunia kriminal. Ia tercatat sebagai residivis dengan riwayat kasus penggelapan pada 2019 dan perampasan motor pada 2020.
“Pihaknya menjerat tersangka dengan Pasal 446 KUHP tentang penganiayaan. Bahkan, ancaman hukuman yang diterima bisa lebih berat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Manyar Iptu M Gifari Syarifudin menyebut pelaku ditangkap di rumahnya setelah polisi menerima laporan korban dan melakukan penyelidikan.
“Iya benar, pelaku sudah kita amankan,” kata Gifari, Selasa (6/1/2025).
Menurutnya, penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.
“Pelaku ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan,” tambahnya.
Saat itu, pihak kepolisian masih mendalami motif penganiayaan karena pemeriksaan terhadap pelaku masih berlangsung.





