JBNN.net | Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama, menegaskan untuk membersihkan institusi Bea Cukai dari praktik pelanggaran hukum dan oknum tidak berintegritas. Ia menyatakan tidak akan ragu memberikan sanksi hukum kepada pegawai yang terbukti bermain curang atau mencari keuntungan pribadi.
Penegasan tersebut ia sampaikan saat konferensi pers Pemusnahan Barang Hasil Penindakan Kepabeanan yang digelar di Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh di Banda Aceh, Rabu (22/10/2025).
“Kalau ada pegawai Bea Cukai yang bermain-main, jangan segan-segan laporkan. Bisa langsung kepada kantor wilayah terdekat atau langsung kepada saya. Saya tidak akan ragu memberikan sanksi hukum,” tegas Djaka.
Dalam kesempatan itu, Djaka menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat penindakan terhadap peredaran rokok ilegal. Menurutnya, capaian penyitaan hingga mencapai 6 juta batang rokok ilegal bukanlah hasil penindakan kecil.
“Kalau hanya menyasar warung-warung kecil, mustahil capaian penindakannya mencapai 6 juta batang. Ini jelas menyasar jaringan besar pelaku industri rokok ilegal, baik tanpa pita cukai maupun yang dipasok dari luar negeri,” ujarnya.
Di hadapan Awak media dan pegawai Bea Cukai yang hadir, Djaka kembali menegaskan bahwa integritas adalah harga mati dalam institusi yang ia pimpin.
“Saya sudah sampaikan, kalau ada pegawai Bea Cukai yang coba-coba bermain, silakan tanggung risikonya sendiri. Apakah mereka mau mengorbankan dedikasi bertahun-tahun hanya untuk keuntungan sesaat yang tidak seberapa? Itu tindakan bodoh,” katanya tegas.
Ia juga mengajak masyarakat dan wartawan ikut mengawasi kinerja Bea Cukai. Menurutnya, pengawasan publik merupakan bagian penting dari upaya reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi di internal pemerintah.
Djaka membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melaporkan indikasi pelanggaran yang dilakukan oknum Bea Cukai. Laporan dapat disampaikan melalui kanal resmi Bea Cukai, kantor Bea cukai terdekat maupun langsung kepada dirinya.
“Kami tidak akan membiarkan oknum mencoreng institusi ini. Penegakan hukum akan berjalan, siapa pun pelakunya,” tegasnya.






