Departemen Biologi FMIPA USK melaksanakan kuliah tamu, kerjasama dengan Institute of climate adaptation and marine biotechnology, University Malaysia Trengganu

Foto:Kuliah Umum USK (Dok Ist)

JBNN.Net | Departemen Biologi FMIPA Universitas Syiah Kuala sukses menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Marine Biotechnology-Future Prospectures oleh Prof. Dr. Noraznawati Ismail dan Peranan Melaleuca cajuputi Untuk Kelestarian Ekosistem Pantai Terengganu oleh Prof. Madya Dr. Jamilah Mohd Salim” di Gedung Aula FMIPA Universitas Syiah Kuala pada Kamis 16 mei 2024 pukul 09.00 – 12.00 WIB.

Acara ini merupakan salah satu implementasi kerjasama antara Departemen Biologi FMIPA
Universitas Syiah Kuala dengan Institute of climate adaptation and marine biotechnology, University Malaysia Trengganu.

Bacaan Lainnya

Turut dihadiri oleh unsur-unsur civitas akademik FMIPA, USK seperti Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Nasrullah, M.Si., M.Sc dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Ir. Wira Dharma,S.Si., M.P, M.Si, Sekretaris Departemen Biologi Dr. Alia Rizki, M.Sc, dosen Departemen Biologi FMIPA serta para mahasiswa/i dari departemen biologi FMIPA dan juga Pendidikan Biologi Universitas Syiah Kuala.

Prof. Dr. Noraznawati Ismail dalam paparanya menjelaskan bahwa penggunaan bioteknologi kelautan ini sangat menjanjikan untuk kedepanya. Eksplorasi laut dapat memberikan berbagai macam informasi dan kebermanfaatan bagi umat manusia. Beberapa manfaat yang diperoleh yaitu pertama sebagai dasar dalam pengembangan obat-obatan baru, Kedua menghasilkan produk kimia, ketiga enzim, keempat produk dan proses industry lainya.

Prof Azna juga menjelaskan bahwa, salah satu bidang terkait dengan Marine Biotechnology ini yaitu marine natural product berupa metabolit skunder. Dijelaskan oleh Prof Azna bahwa pada kenyataanya jumlah metabolit skunder yang dapat dimanfaatkan di kawasan laut lebih besar dibandingkan di kawasan hutan.

Narasumber Prof. Madya Dr. Jamilah Mohd Salim dalam penjelasanya mengenai “Peranan Melaleucacajuputi Untuk Kelestarian Ekosistem Pantai Terengganu” memaparkan bahwa Wilayah pesisir Terengganu sudah mengupayakan konservasi dari sejak tahun 2012-2022. Kandungan Tanah memiliki lebih dari 90 persen yang merupakan pasir dari endapan air laut. Diantara vegetasi laut adalah Casuarina equisetifolia (cemara laut), Melaleuca cajuputi (kayu putih Swamp).

Iconic Plants yang hidup di wilayah dengan jumlah air yang banyak yaitu Websteria confervoides, Shorea materialis, Utricularia, Nepenthes spp, Drosera burmanii. Vegetasi pada wilayah panas danberpasir diantaranya Vaccinium bracteatum (kempadang), Syzygium granatum, Lycopodium Sp, Capparis scortechinii, liken.

Prof Jamilah juga memaparkan bahwa Melaleuca cajuputi Forest/SWAMP dalam ekosistem Pantai Terengganu memiliki dampak positif bagi ekosistem, diantaranya pengaturan aliran air.

Peranan ini sangatlah penting dalam mencegah terjadinya banjir dan juga dapat mendukung sumber daya keanekaragaman hayati. Namun situasi dan kondisi cuaca maupun habitat dari M cajuputi ini juga banyak menimbulkan ancaman yang dapat merugikan ekosistem tersebut yaitu penambangan pasir, kebakaran, dan invasive spesies.

Essy Harnelly, S.Si, M.Si, Ph.D selaku koordinator pelaksana mengungkapkan rasa bangga atas terlaksannya kuliah tamu ini karena mampu membuka wawasan mahasiswa tentang marine biotechnology, manfaat tanaman kayu putih (Melaleuca cajuput) untuk obat-obatan dan manfaat lainnya.

Selain itu harapannya juga akan membuka jalan kerjasama yg lebih luas dari kedua institusi Kuliah tamu ini diikuti dengan sangat khidmat dan sangat banyak menarik perhatian dan antusias dari para penonton.

Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, diantara tiga pertanyaan yang muncul adalah Ana maria

“Apa saja masalah dan rintangan yang dialami dalam mengeksplor wilayah laut, terkusus pada area laut Terengganu” jawaban, beberapa tantangan dalam mengkaji marine biotechnology ini adalah biaya yang cukup besar, kemampuan dalam melaksanakan atau melakukan penelitian atau pekerjaan tersebut, serta penemuan baru yang nantinya akan dipublikasikan. Penanya kedua oleh Aigia dan Sarah Salsabil

“berkenaan dengan aplikasi bioinformatika yang digunakan pada research ini” jawaban, pada research tersebut tidak terlalu banyak menggunakan aplikasi bioinformatika, lebih terfokus pada marine natural products seperti metabolit skunder. Beberapa penanya lainnya seperti aida, ayu, ulfa, dila terkait

“hal yang memicu dari peneliti untuk terfokus pada bidang tersebut dan Langkah yang dilakukan dalam mengantisipasi setiap permasalahan yang muncul saat melakukan penelitian, beserta nasihat yang dapat diberikan kepada peneliti pemula” jawaban, cintailah apa yang ingin diteliti tersebut, harus
jelas motivasi ikut dalam penelitian itu.

Kenangan dan histori memotivasi untuk mengkaji hal tersebut. Semakin banyak kita mencari tahu, maka akan muncul semakin banyak rasa ingin tahu.kuat dan kita butuh keluarga, kawan, lingkungan yang memotivasi kita dan menjaga mental kita, setidaknya mendengar keluh dan kesah yang kita hadapi.

Kemudian jangan sampai kehilangan momen sehingga membuat memori kita tidak dapat mengingatnya lagi. Jangan lari dan menyerah terhadap masalah, cari teman yang dapat membantu masalah tersebut. Pada akirnya kita butuh support system yang baik. Prof. Dr. Lenni Fitri, S.Si, M.P selaku Kepala Departemen Biologi FMIPA USK sangat mendukung kegiatan ini dan berharap mampu terus menjalin kerjasama dimasa yang akan datang,dalam bentuk-bentuk yang lain dengan Institute of climate adaptation and marine biotechnology,
University Malaysia Trengganu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *