JBNN.NET, KUALASIMPANG | Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, meninjau langsung pelaksanaan sertifikasi kompetensi subsektor kuliner skema barista di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Aceh Tamiang, Jumat (11/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Teuku Riefky tampak antusias mencicipi racikan kopi dan berbincang santai dengan para peserta.
Kegiatan ini masuk dalam rangkaian program “Peduli Pulih Bersama Bangkit Berdaya” yang diusung Kementerian Ekraf. Tujuannya adalah memulihkan perekonomian dan membangkitkan semangat masyarakat Aceh Tamiang, khususnya setelah wilayah tersebut dilanda musibah banjir beberapa waktu lalu.
Di hadapan para peserta, Teuku Riefky menyampaikan bahwa kepemilikan sertifikat kompetensi sangat penting untuk mengukur kualitas dan profesionalisme seorang pembuat kopi.
“Sertifikasi barista ini sangat penting karena kompetensi menjadi bagian dari kualitas kita. Kita tidak hanya diajarkan memilih kopi, tetapi juga bagaimana bercerita dalam melayani supaya tamu atau pelanggan merasa nyaman,” ujarnya.
Ia meminta peserta untuk serius mengikuti proses sertifikasi karena dokumen tersebut bisa membuka peluang kerja yang luas pada masa mendatang.
“Jangan dianggap remeh pelatihan ini. Bisa jadi tiga, lima, atau sepuluh tahun ke depan, tahu-tahu kita sudah berada di sebuah kafe di Eropa. Peluang terbuka di Tamiang, di Nusantara, hingga luar negeri bahkan di kapal pesiar,” katanya. Riefky juga berpesan agar warga Tamiang kembali bangkit dan tidak terus terbelenggu oleh kejadian bencana banjir yang lalu.
Selain memantau sertifikasi barista, Teuku Riefky menjelaskan ada empat kegiatan lain dari Kementerian Ekraf di Aceh Tamiang pada hari yang sama. Agenda tersebut meliputi pelatihan memasak dan manajemen keuangan untuk ibu-ibu, aktivasi gedung pemerintah daerah menjadi ruang kreatif, serta pelatihan konten digital.
Suasana meriah juga terlihat saat Menteri Ekraf menyambangi tribun kompleks perkantoran bupati. Di sana, berjejer lukisan karya anak-anak dari delapan SD dan SMP. Riefky mengapresiasi karya seni tersebut dan berjanji akan menindaklanjutinya.
“Sepuluh karya di antaranya akan kita bawa ke Jakarta supaya tidak berhenti di pameran saja. Bagaimana hasil lukisan ini bisa turun menjadi merchandise (cenderamata) dan memiliki nilai ekonomi. Memang ekonomi kreatif adalah bagaimana hobi dan budaya kita bisa memberikan nilai ekonomi,” jelasnya.
Kehadiran Menteri Ekraf memberi kesan tersendiri bagi para peserta uji kompetensi. Muhammad Tri Rizky, salah satu peserta sertifikasi barista, mengaku kaget saat tokonya didatangi oleh menteri.
Rizky menceritakan proses ujian yang ia jalani. Menurutnya, peserta terlebih dahulu mendapat penjelasan teknis dari pelatih sebelum melakukan praktik langsung.
“Tadi dalam prosesnya kita ada membuat espresso, kopi latte, cappuccino, dan long black,” kata Rizky.
Bagi Rizky, program ini sangat membantunya. Sebelum musibah banjir melanda, ia sempat bekerja di salah satu gerai kopi di Aceh Tamiang, namun terpaksa berhenti akibat bencana tersebut.
“Sertifikasi ini sangat penting karena menjadi salah satu syarat yang membantu saat melamar kerja ke coffee shop lain. Terima kasih Pak Menteri sudah membuat program ini. Harapannya ke depan acara seperti ini lebih sering diadakan untuk membantu UMKM lokal di Aceh Tamiang,” tuturnya.





