JBNN.Net | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), Rahmat Irfan, menyatakan kesiapan untuk mengawal langkah pemerintah Kabupaten Avdya dalam menangani ketidakstabilan harga jual Elpiji 3 kilogram (kg) di daerah tersebut.
Rahmat Irfan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi II DPRK Abdya mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya praktik pengecer liar di tingkat desa yang diduga turut memicu lonjakan harga Elpiji 3 kg.
“Kami siap mengawal tindakan yang dilakukan pemerintah sebagai salah satu langkah untuk mengatasi ketidakstabilan harga jual Elpiji 3 kg,” tegas politisi yang akrab disapa Fan Abu Kepada Jbnn.net, Jum at 18 Juli 2025.
Fan Abu mendukung penuh langkah Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Abdya yang akan memanggil agen resmi Elpiji untuk membahas dugaan permainan harga. Ia menilai, pemanggilan agen merupakan langkah konkret yang perlu segera direalisasikan.
Menurut kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut, tidak hanya eksekutif, legislatif juga memiliki tanggung jawab besar terhadap pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, termasuk persoalan distribusi dan harga Elpiji.
Sebelumnya, Disperindagkop Abdya menyatakan akan memanggil sejumlah agen Elpiji untuk mengklarifikasi persoalan harga jual yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Pertamina.
Sebagai bagian dari komisi yang membidangi urusan ekonomi dan perdagangan, Fan Abu memastikan akan terus mengawal proses tersebut hingga tuntas.





