Ambruk !! Harga Emas di Aceh Tamiang Jadi Rp7,8 Juta per Mayam

HARGA EMAS TURUN – Deretan model cincin emas terpajang di etalase Toko Emas Pasrah, Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (14/9/2026). Pada awal pekan ini, harga jual emas murni kadar 99 persen di daerah tersebut mengalami penurunan sebesar Rp200 ribu menjadi Rp7,8 juta per mayam. Foto: Dok. Jbnn.net/ Ricky Syahrudi

JBNN.net, Kualasimpang | Harga emas di Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, tercatat mengalami penurunan pada awal pekan. Pada Senin (14/9/2026), harga jual perhiasan emas murni dengan kadar 99 persen berada di angka Rp7,8 juta per mayam, turun sebesar Rp200 ribu dari harga sebelumnya.

Pemilik Toko Emas Pasrah, Yuliza Susanti, mengonfirmasi bahwa penyesuaian harga ini sudah berlangsung sejak dua hari lalu dan masih bertahan hingga awal pekan ini. Sebagai pedagang, ia terus memantau pergerakan harga agar transaksi di tokonya tetap berjalan sesuai pasaran terbaru.

Yuliza merincikan harga terbaru untuk beberapa jenis kadar emas yang ia jual.

“Turun Rp200 ribu per mayam sudah dari dua hari yang lewat, sekarang jadinya Rp7,8 juta rupiah per mayam dari sebelumnya Rp8 juta per mayam, untuk yang 97 persen bisa Rp7,4 juta per mayamnya,” terang Yuliza.

Selain emas murni yang dijual dengan satuan mayam standar berat tradisional di Aceh setara kurang lebih 3,3 gram Toko Emas Pasrah juga melayani penjualan emas 22 karat berdasarkan hitungan gram. Harganya bervariasi bergantung pada jenis model perhiasan yang diinginkan pembeli.

“Untuk emas 22 karat per gramnya Rp1,8 juta ada yang Rp1,9 juta tergantung permintaan,” lanjutnya.

Saat ditanya mengenai faktor penyebab penurunan harga emas tersebut, Yuliza menjelaskan bahwa pergerakan harga di tingkat daerah sangat bergantung pada kondisi pasar internasional dan situasi geopolitik global.

“Emas ini kan ngikuti pasar dunia jadi ya, pengaruh juga nilai tukar sampai perang timur tengah,” ungkap Yuliza.

Perubahan pada skala global itu berdampak langsung terhadap pergerakan harga emas mentah dan nilai tukar mata uang, yang akhirnya memicu penyesuaian harga di tingkat pedagang lokal.

Momentum turunnya harga ini langsung menjadi perhatian warga Aceh Tamiang yang berencana membeli emas, baik untuk perhiasan, simpanan, maupun persiapan mahar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *