JBNN.net, Banda Aceh| PT Solusi Bangun Andalas (SBA) memastikan terus mengoptimalkan produksi dan distribusi guna memenuhi kebutuhan Semen Andalas di sejumlah wilayah Aceh yang mengalami peningkatan permintaan dalam beberapa waktu terakhir.
Head of Media PT Solusi Bangun Andalas (SBA), Faraby Azwany, mengatakan lonjakan permintaan tersebut menyebabkan percepatan penyerapan stok di sejumlah titik distribusi. Namun, perusahaan telah melakukan berbagai langkah penyesuaian agar pasokan kembali normal.
“Dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan permintaan semen di sejumlah wilayah Aceh yang berdampak pada percepatan penyerapan stok di beberapa titik distribusi. Kami terus melakukan penyesuaian pasokan agar kebutuhan pelanggan dapat segera terpenuhi,” ujar Faraby, kepada media ini, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, operasional pabrik hingga saat ini tetap berjalan normal. Di sisi lain, perusahaan juga terus mengoptimalkan proses distribusi untuk mempercepat pengiriman ke daerah-daerah yang membutuhkan tambahan pasokan.
Terkait harga semen yang beredar di pasaran, Faraby menegaskan SBA tidak melakukan perubahan harga jual produk yang keluar dari pabrik. Menurutnya, harga di tingkat pengecer dipengaruhi oleh berbagai faktor dalam rantai distribusi yang berada di luar kewenangan perusahaan.
“Perusahaan tidak melakukan perubahan harga jual produk yang keluar dari pabrik. Adapun harga di tingkat pengecer dipengaruhi berbagai faktor dalam rantai distribusi yang berada di luar kewenangan penetapan harga oleh perusahaan,” katanya.
Faraby mengakui kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang sedang membutuhkan semen. Karena itu, SBA bersama distributor dan mitra logistik terus mempercepat distribusi ke wilayah-wilayah yang mengalami percepatan penyerapan stok.
Selain memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, perusahaan juga berupaya menjaga ketersediaan pasokan agar kebutuhan pelanggan dapat segera terpenuhi.
“SBA berkomitmen menjaga keandalan pasokan melalui optimalisasi produksi dan distribusi serta terus bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan agar kebutuhan pelanggan di Aceh dapat terpenuhi secepat mungkin,” tutup Faraby.





