Wisata Gajah Jinak di Sampoiniet Jadi Perhatian Para Pecinta Alam dan Peran Gajah Dalam Perjuangan Aceh

Pengunjung Menaiki Gajah di CRU Sampoinet(Foto:Ist)

JBNN.Net,Aceh Jaya  | Sampoinet Yang menjadi salah satu ikon wisata aceh jaya ini menarik banyak wisataan baik lokal maupun manca negara untuk berkunjung 

Daerah pedalaman Sampoiniet ini menjadi ciri khas wisata dengan memberikan khas gajah jinak yang sudah di pelihara oleh pawangnya, di tengah hutan pendalaman sampoiniet 

Gajah tersebut merupakan gajah liar yang sudah di jinakan yang dimana banyak orang berkunjung ke tempat tersebut ingin mengabadikan momenya bersama gajah tersebut, mulai dari memandikan gajah menaikinya sambil menikmati suasana alam yang begitu alami nan indah

Sampoiniet terletak di Kabupaten Aceh Jaya berlokasi di pesisir barat Provinsi Aceh yang wajib traveller kunjungi karena memiliki keindahan alam bahari dan satwa langka gajah sumatera.

Untuk menuju Aceh Jaya dari Kota Banda Aceh bisa ditempuh lewat darat dengan akses jalan yang relatif mulus, namun ada sedikit menanjak di beberapa daerah. Meski begitu, justru di daerah pegunungan tersebut kita bisa melihat keindahan pesisir barat aceh yang memesona.  

Wisata Alam bersama Gajah jinak di Sampoinet (Foto:Ist)

Biasanya wisatawan menuju Aceh Jaya menyewa mobil atau motor dari Banda Aceh. Lokasi terdekat yang bisa dikunjungi adalah Puncak Gunung Geurutee berjarak sekitar 66 kilometer dari Kota Banda Aceh. 

Daerah bagian barat selatan Aceh memiliki potensi wisata bahari yang besar karena keindahan alam berupa laut dan pantai pasir putih yang bersih, seperti di Kabupaten Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat Daya, dan Aceh Selatan, namun belum dioptimalkan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah. 

perjalanan ke Sampoiniet untuk melihat gajah jinak di CRU (Conservation Response Unit) Sampoiniet. Dari Kota Banda Aceh, bisa melalui jalan Banda Aceh-Meulaboh hingga simpang polsek yang jaraknya sekitar 109 kilometer. Dari simpang tersebut lalu belok kiri dan melalui jalan desa sejauh 18 kilometer menuju CRU Sampoiniet. 

Tempat tersebut tepatnya berlokasi di Gampong (Desa) Ie Jeureuneh, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya. CRU merupakan unit di bawah BKSDA Aceh yang dibuat untuk mitigasi konflik gangguan gajah liar. 

Selain itu, CRU juga menjadi tempat ekowisata yang mengedukasi masyarakat untuk mengenal lebih dekat tentang kehidupan gajah dan habitatnya. 

Di depan CRU terdapat homestay yang dibangun Pemkab Aceh Jaya dengan tarif menginap Rp250 ribu per malam. Selama di CRU, traveler akan sejenak terputus dari dunia luar karena sinyal komunikasi tidak ada. Namun, ada beberapa spot di sana yang bisa mengakses sinyal untuk menelepon. 

Dan tidak lupa pula di tempat tersebut juga tersedia tempat ibadah, syarat kesana tidak boleh membawa pasangan yang bukan muhrimnya, kecuali pergi berombongan

Lokasi CRU dikelilingi hutan dan di bagian belakang terdapat sungai besar. Lokasi tersebut bisa juga digunakan untuk kamping. Untuk makanan selama di CRU, traveller bisa membawa dari luar karena tidak terdapat restoran di tempat itu.  

 

Seorang Pawang sedang Memandikan Gajah(foto:Ist)

Pada pagi hari traveller bisa ikut memandikan tiga gajah jinak yang ada di sana. Tiga gajah jinak tersebut diberi nama Azis, Isabela, dan Johana. Mereka adalah gajah dewasa yang sudah berusia puluhan tahun. 

Nah,menariknya jika ditelisik peran gajah bukan saja hewan liar yang hidup di hutan belantara Aceh maupu hewan jinak yang dipelihara masyarakan,pada masa kesultanan Aceh gajah merupakan salah satu  kendaraan kesultanan Aceh dalam memperjuangkan bumi serambi mekkah 

Kesultanan Aceh juga diketahui sangat mengagungkan si mamalia besar itu . Di masa kesultanan yang pernah membuat  Belanda frustasi sebab  gajah pada masa itu  begitu dihormati dan takuti para musuh. 

Gajah diperlakukan dengan sangat baik bahkan  Aceh punya upacara sendiri untuk menghormati si hewan besar ini. 

Di Aceh dulu, seorang sultan dikatakan hebat jika ia bisa menguasai beberapa hal. Salah satunya adalah bisa mengendalikan gajah. Sejarah mencatat jika hanya Sultan Iskandar Muda yang dikatakan paling hebat dalam hal ini. 

Sebagaimana di lansir dari Sindonews.com,Sultan Iskandar Muda pada tahun (1607-1636) membentuk Aceh menjadi negara yang paling kuat di Nusantara bagian barat. Kekuatan militernya sangat ditakuti saat itu, mulai dari pasukan lautnya hingga pasukan gajah. 

Kapal-kapal besar yang dimiliki Iskandar Muda, mampu mengangkut 600-800 orang prajurit. Dia juga memiliki pasukan kavaleri yang diantaranya menunggang kuda-kuda Persia. Belum lagi pasukan gajahnya yang sangat terkenal. 

Sultan Iskandar Muda juga memiliki artileri yang sangat banyak, dan pasukan-pasukan milisi infrantri. 

Melalui kekuatan militernya itu, Iskandar Muda berhasil menaklukkan Deli pada 1612, Aru dan Johor pada 1613. Bahkan, dia berhasil membawa Sultan Johor Alauddin Riayat Syah II (1597-1613) dan anggota kerajaan lainnya ke Aceh. 

Kebesaran Iskandar Muda dengan kekuatan militer dan pasukan gajahnya  pada abad ke-17 Sultan  Iskandar Muda memanfaat potensi tersebut sebagai pasukan perang yang mematikan. Seperti tercatat dalam kitab Bustanu-Salatin yang mengisahkan Sultan Iskandar Muda berburu gajah.

Dikisahkan, Iskandar Muda melakukan perburuan gajah dalam perjalanan di sepanjang Pantai Pidie ke Pasai, pada 1638. 

Bagi rakyat Aceh dan Iskandar Muda, gajah merupakan bagian terpenting dari pasukan Aceh dan lambang kedudukan tertinggi yang agung. Sehingga, dirinya memonopoli semua tangkapan gajah, hingga 900 ekor untuk dirinya sendiri. Dalam Hikayat Aceh, disebutkan keberanian-keberanian gajah Aceh sebagai senjata perang yang sangat tangguh.

Semua gajah sangat kuat dan berani, dan jumlahnya tidak terhitung. Dan kota itu tidak dibentengi, berbeda dengan kota-kota lain yang biasanya dibentengi, karena banyak gajah tempur disitu,” tulis hikayat tersebut. Pasukan gajah Aceh, memiliki peran sebagai pendobrak. Dalam menaklukkan Kerajaan Aru,lalu pada tahun 1613, konon Iskandar Muda membawa 70 ekor gajah perangnya yang tangguh dan persenjataan dalam jumlah besar dalam perperangan.(Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *