JBNN.Net | Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah (Dek Fadh) memastikan akan menjamin keamanan dan kenayaman bagi seluruh investor yang akan berivestasi di Aceh. Hal itu ditegaskan Dek Fadh saat menghadiri pertemuan dengan sejumlah perwakilan perusahaan asal Malaysia dalam acara bertajuk Misi Pelaburan Malaysia – Aceh bersama TYT Mualem Muzakir Manaf Gubernur Aceh anjuran Selecta Station (M) SDN Bhd di Hermes Palace, Jumat 2 Mei 2025.
“Aceh sudah aman setelah 30 tahun komplik,jadi jangan takut berinvestasi di Aceh karena kami juga menjamin keamanan dan kenyaman bagi seluruh investor, kami buka seluas-luasnya sektor yang mau diinvestasikan. Tentunya, kami juga memastikan percepatan perizinan yang diperlukan, dan Insyaallah, yang berinvestasi di Aceh akan untung,” ungkap Dek Fadh disambut tepuk tangan meriah mereka yang hadir.
Awalnya, Dek Fadh mengucapkan permohonan maaf karena Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) tidak bisa hadir ke acara ini karena jadwal dan tengah melakukan medical cek Up kesehatan di Singapure. Oleh sebab itu, Ia mengaku ditusakna khusus oleh Mualem untuk menggantinya menjamu para pengusaha Malaysia.
“Kami hadir wersama Wakil Walikota Lhokseumawe, nanti ketika melihat pelabuhan Krueng Geukueh, inilah yang punya Kota Lhokseumawe. Kemudian, disini ada Wakil Walikota Sabang terpilih dan Deputi Umum BPKS, Dr. Fajran, mereka ini yang punya Sabang, jadi silahkan berkonsultasi secara lebih dalam ke mereka terkait potensi investasi,” ujarnya.

Dek Fadh menerangkan bahwa Provinsi Aceh memiliki luas 58.000 kilometer, Aceh dikelilingi oleh laut hutan lebat dengan tanggapan ikan, seefood terbaik di Asia. Aceh juga punya gas alam di dalam laut, minyak di lepas pantai dengan 12 mile laut lepas.
Menurutnya, saat ini ada 3 perusahaan besar yang tengah melakukan explorasi dan diantaranya ada 1 perusahaan yaitu PT. Mubadala Energi dari Abu Dhabi yang telah menemukan cadangan Migas yang signifikan.
“Baru-baru ini, Duta Besar dari Uni Emirate Arab, Abu Dhabi berkunjung ke Aceh dan menyampaikan ke kami bahwa Alhamdulillah sejak 2014 – 2019 masuk ke Indonesia di Kalimantan mereka tidak mendapatkan hasil, dan pada 2019 bergeser ke Aceh mereka mendapatkan cadangan gas dan minyak yang luar biasa. Kebetulan, tepatnya di Pulau Adaman, di atas Aceh,” ungkap Anggota DPR RI dua periode itu.
Lebih lanjut, dek Fadh juga memaparkan potensi kelautan Aceh yang begitu indah, salah satunya adalah Pulau Sabang, “ibarat gadis gadis dari desa, semalam kata saudara kami yang baru pulang dari Sabang, orang China, Sabang merupakan berlian yang belum tersentuh. Kalau ibaratnya, masih asri belum terjamak manusia,” ujar Ketua Partai Gerindar Aceh itu.
Kemudianm, jelas Dek Fadh, setiap orang yang akan melawati jalur Pantai Barat – Selatan mulai dari Banda Aceh- Aceh Jaya hingga ke Meulaboh disungguhkan pemandangan yang sangat indah. Disisi kanan pemandangan laut lepas menghadap Samudra Pasifik dan disisi kiri dengan pemandangan hutan yang sangat indah.
“Ketika di atas gunung Gurutee dari ketinggian akan melihat laut, lalu mulai dari situ hingga ke Subulussalam diseluruh pantai selatan ada mineralnya, ada isi buminya, ada batu bara, biji besi, dan emas dan ini masih utuh,” papar Dek fadh.
“Kenapa Aceh masih utuh? Menurut Dek Fadh,
“saudara kami dari Malaysia pasti tau karena Aceh pernah berkonflik selama 30 tahun. Ketika konflik, saudara terdekat kami adalah Malaysia, banyak orang lari ke Malaysia karena paling dekat, dari sini ke Jakarta butuh waktu 3 jam, sementara ke Malaysia hanya butuh waktu 1 jam, makanya banyak orang Aceh menetap dan tinggal di seluruh pelosok dan diperkirakan mencapai 500 ribu,”.
Kemudian, Dek Fadh juga bercerita baru saja menjamu Menteri dari Kelantan. Dalam peretemuan itu, sanga Menteri bercerita jika banyak orang Aceh menetap di Negeri Kelantan. “Saya sampaikan bukan hanya di Kelantan tapi diseluruh Malaysia,” ujarnya.
Menurut Dek Fadh banyak orang Aceh di Malaysia menjadi pedagang di kedai-kedai runcit. Karena itu, warga Aceh termasuk dirinya sudah mengangggab Malaysia sebagai Kampung ke 2 setelah Kampung Aslinya Aceh.
“Saya pun selama 10 tahun menjadi Anggota DPR RI sealam itu setiap pulang dan balik ke Aceh dari Jakarta selalu melalui Kuala Lumpur, transit sebentar, saya kadang-kadang keluar makan nasi kandar. Besok pagi baru naik pesawat lagi melanjutkan perjalanan,’ujarnya.
Di sektor pariwisata laut, menurut Dek Fadh, Aceh memiliki Pulau Sabang, merupakan salah satu pulau terbersih di Indonesia, “orang hanya tau pantai terindah di Indonesioa hanya di Bali, tetapi, kami punya laut yang begitu indah, besok bapak ke Sabang silahkan Snokling, bapak menyelam, dan coba lihat bagaimana indahnya laut Sabang, tak bisa ditemukan di pesisir laut manapun,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh investor yang hadir dalam forum tersebut untuk segera berinvestasi di Aceh, selain banyaknya sector yang bisa digarab, perizinan juga akan sangat lancar mengingat Gubernur Aceh Muzakir Manaf merupakan sahabat baik Presiden RI Prabowo Subianto dan juga menjabat sebagai Dewan Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo.
“Saya sendiri juga Ketua Partai gerindra Aceh, artinya hubungan dengan pusat akan mudah dan saat inilah waktu yang tepat untuk berinvestasi di Aceh,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga meminta kapada seluruh investor untuk berdiskusi dengan tim pemerintah Aceh yang sudah ditugaskan untuk memaparkan potensi Aceh secara teknis. Jika dalam penjejakan mendapat kendala di lapangan, pihaknya siap memfasilitasi mulai dari administrasi berupa perizinan hingga hal-hal yang sifatnya teknis
“Insyaalah, apa yang kita rencanakan Allah wujudakan, ijabahkan, dan mudah-mudahan tujuan kita sama, membangun Aceh lebih makmur, sejahtera dan kami pastikan investor yang berinvestasi di Aceh akan aman, yamakan dan mereka akan mendapatkan keuntungan di Aceh,’ harap Dek Fadh.





