Update Realisasi APBA  Per 7 Juli 2026, Dinas Pendidikan Dayah Terpuruk, Ro Kesra Lampaui Target

Foto:Tangkap Layar TV Monitor P2K APBA 2026(Dok Jbnn.net).

JBNN.net, Banda Aceh | Realisasi keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2026 hingga 7 Juli 2026 baru mencapai 40,49 persen atau masih tertinggal 7,07 persen dari target realisasi bulan Juli yang ditetapkan sebesar 47,56 persen.

Berdasarkan data TV Monitor P2K APBA Aceh, total pagu APBA 2026 mencapai Rp11,601 triliun. Dengan sisa waktu 24 hari menuju akhir Juli, seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dituntut mempercepat pelaksanaan program dan penyerapan anggaran agar target realisasi dapat tercapai.

Dari 55 SKPA yang tercatat, mayoritas masih berada di bawah target. Bahkan, hanya tujuh SKPA yang telah melampaui target realisasi hingga 7 Juli.

SKPA dengan capaian terendah adalah Dinas Dayah. Instansi tersebut baru merealisasikan anggaran sebesar 18,81 persen, jauh di bawah target Juli sebesar 76,03 persen. Selisih antara target dan realisasi mencapai 57,22 persen, menjadi yang terburuk di antara seluruh SKPA.

Posisi berikutnya ditempati Baitul Mal Aceh yang baru mencatat realisasi 23,64 persen dari target 72,54 persen, atau tertinggal 48,90 persen.

Selanjutnya, Badan Reintegrasi Aceh membukukan realisasi 54,24 persen dari target 89,71 persen, disusul Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dengan realisasi 33,87 persen dari target 66,74 persen, serta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) yang baru mencapai 18,93 persen dari target 44,05 persen.

Selain itu, sejumlah SKPA lain juga masih mencatat selisih yang cukup besar terhadap target, di antaranya Dinas Sosial, Katibul Wali, Dinas ESDM, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Dinas Kelautan dan Perikanan.

Di sisi lain, terdapat sejumlah SKPA yang berhasil melampaui target realisasi.

Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat (Ro Kesra) menjadi SKPA dengan kinerja terbaik. Hingga 7 Juli, Ro Kesra telah merealisasikan anggaran sebesar 58,27 persen, melampaui target 45,52 persen atau surplus 12,75 persen.

Kinerja positif juga ditunjukkan Biro Keistimewaan Aceh (BKA) dengan realisasi 48,42 persen, Sekretariat DPRA sebesar 53,73 persen, Dinas Pendidikan sebesar 46,61 persen, Majelis Pendidikan Aceh sebesar 39,86 persen, Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Ro PBJ) sebesar 39,93 persen, serta Dinas Pertanahan Aceh yang telah mencapai 51,25 persen, seluruhnya berada di atas target yang ditetapkan.

Menariknya, Dinas Pendidikan yang mengelola pagu anggaran terbesar dalam APBA 2026 sebesar Rp3,234 triliun, mampu membukukan realisasi 46,61 persen, melampaui target Juli sebesar 42,43 persen. Sementara Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) dengan pagu Rp1,918 triliun juga hampir memenuhi target dengan realisasi 51,89 persen, hanya terpaut 0,70 persen dari target.

Secara keseluruhan, capaian realisasi APBA Aceh masih memerlukan percepatan signifikan agar target akhir Juli dapat tercapai.

Sementara itu, rendahnya penyerapan di sejumlah SKPA mengindikasikan masih adanya pekerjaan rumah dalam percepatan pengadaan barang dan jasa, pelaksanaan kegiatan, maupun proses administrasi pencairan anggaran yang harus segera diselesaikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *