Siaga Bencana Hidrometeorologi, Pj Bupati Tinjau Logistik dan Peralatan BPBD Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, SSTP, MM, didampingi Kalaksa BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, SSos, MSi, meninjau gudang logistik dan Peralatan Bencana (PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar di Sibreh Keumude, Kecamatan Sukamakmur (Foto:Dok Ist)

JBNN.Net | Dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi terjadinya bencana Hidrometeorologi terutama ancaman memasuki musim penghujan di Bulan November dan Desember ke depan, serta merespons Arah Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr H Safrizal ZA MSim terkait antisipasi bencana hidrometeorologi akhir tahun, Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM, Kamis (24/10/2024), secara khusus meninjau langsung kesiapan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar di Posko Induk Sibreh Keumudee Kecamatan Sukamakmur.

Dalam kesempatan peninjauan itu, Muhammad Iswanto sempat menyaksikan langsung kegiatan tim BPBD Aceh Besar melakukan latihan kesiagaan menghadapi bencana, terutama kegiatan darurat paskabencana, seperti latihan pemasangan tenda darurat dan lainnya.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, petugas lapangan BPBD telah menunjukkan kesiagaannya dalam menghadapi bencana, terutama dalam peran kedaruratan termasuk langkah-langkah penyelamatan saat darurat. Hal ini sesuai dengan arahan Pak Pj Gubernur terkait potensi ancaman bencana hidrometeorologi,” kata Muhammad Iswanto.

Dalam kesempatan itu, Pj Bupati Aceh Besar juga meninjau gudang logistik dan Peralatan Kebencanaan (PB) BPBD Aceh Besar.

Muhammad Iswanto secara khusus juga menyemangati para petugas BPBD dan Damkar dalam pelaksanaan tugas kebencanaan. Pj Bupati Aceh Besar itu meminta personel BPBD dan Damkar terus bersiap siaga terutama memasuki masa puncak musim hujan yang kemungkinan akan terjadi pada Bulan November dan Desember mendatang.

Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, SSos, MSi, mengatakan, bencana hidrometeorologi disebabkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, suhu, angin dan kelembaban. Penyebab lain dari bencana hidrometeorologi adalah perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

“Fenomena alam ini yang mendorong naiknya intensitas hujan di Indonesia termasuk juga di Aceh, yang membuat intensitas hujan lebih tinggi dari sebelumnya. Bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, puting beliung, gelombang pasang, dan kekeringan berpotensi terjadi. Itu sebabnya kita harus terus siaga menghadapi fenomena alam tersebut,” katanya.

Untuk menghindari berbagai hal yang tidak diinginkan, Kalaksa BPB Aceh Besar mengimbau seluruh masyarakat Aceh Besar, untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa dan harta atas bencana hidrometeorologi, dengan cara memangkas ranting-ranting dan dahan pohon-pohon besar yang telah menua, membersihkan saluran air dari tempat permukiman hingga sungai.

“Apapun bisa terjadi, itu sebabnya kami meminta masyarakat sudah mulai peduli terhadap lingkungan, pohon dan mengomel yang sudah tua, sudah bisa untuk dipotong, agar saat terjadi angin kencang mengomel dan pohon tidak patah dan menimpa rumah ataupun orang,” terangnya.

Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi faktor penting sebagai upaya mitigasi bencana hidrometeorologi itu. Intensitas hujan akan meningkat akibat fenomena alam.

“Upaya mitigasi bencana hidrometeorologi adalah menghindari pembuangan sampah sembarangan. Tujuannya adalah mencegah terjadinya pengumpulan udara dan penumpukan sampah yang dapat menyumbat aliran udara, sehingga meminimalisir risiko banjir,” pungkas Ridwan Jamil.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *