Sebulan Lebih Bertahan di NTT, 18 Relawan LMI Terus Salurkan Bantuan Gempa

GOTONG ROYONG: Relawan Lembaga Manajemen Infaq (LMI) memikul bambu untuk mendirikan tenda darurat bagi warga terdampak gempa bumi NTT di Desa Nangabaling, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis (24/9/2026). Foto: JBNN.net/HO

JBNN.net, NUSA TENGGARA TIMUR |  Memasuki hari ke-34 pascagempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), sebanyak 18 relawan Lembaga Manajemen Infaq (LMI) masih terus bertahan di lapangan mendampingi para korban, Kamis (24/9/2026).

Koordinator Respon Aksi LMI, Achmad Ramadhani Prakoso, membeberkan bahwa seluruh personel disebar ke beberapa wilayah terdampak guna memastikan bantuan tersalurkan secara rinci.

“Tim Respon Bencana sudah satu bulan lebih tiga hari bertugas di NTT. Kami menurunkan 18 personel yang terbagi di tiga Pos Aju, yaitu Manggarai Barat, Nagekeo, dan Maumere, serta satu Pos Utama di Manggarai Timur,” tutur Ramadhani.

Penempatan pos difokuskan pada area yang mengalami kerusakan parah, khususnya wilayah Manggarai Raya yang terus diguncang gempa susulan pascagempa utama di perairan Nagekeo.

Selama penugasan panjang tersebut, para relawan telah mendistribusikan pelbagai bantuan fisik maupun layanan sosial. Bantuan mendesak mencakup paket hygiene kit, family kit, school kit, baby kit, survival kit, hingga tandon air. Di samping itu, tim mendirikan dapur umum, dapur air, shelter pengungsian, serta hunian sementara.

Untuk pemulihan spiritual dan mental warga, disiapkan pula masjid darurat, pembagian Al-Qur’an, program Ayo Kita Mengaji, serta Camp Ceria bagi anak-anak.

Melihat skala kerusakan yang luas serta proses pemulihan yang memakan waktu, Ramadhani menegaskan bahwa penanganan bencana tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja.

“Proses penanganan pascabencana di NTT harus dilaksanakan bersama melalui kolaborasi multihelix. Kita tidak bisa berjalan sendiri. Semuanya butuh bergandengan tangan untuk membangkitkan kembali masyarakat Flores,” urai dia.

Guna menopang kebutuhan warga tersebut, ia mengajak kepedulian masyarakat luas agar perhatian terhadap para korban gempa di NTT tidak surut di tengah derasnya arus informasi lain.

“Harapan saya untuk seluruh masyarakat Indonesia, mari kita bantu warga Flores. Jangan sampai berita bencana ini sirna, sebab saudara kita di sini benar-benar membutuhkan uluran tangan. Ayo warga bantu warga,” kata dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *