Karya Lukis Pelajar SD dan SMP Sambut Kunjungan Menteri Ekraf di Aceh Tamiang

Pengunjung mengamati karya lukisan karya pelajar SD dan SMP dalam pameran seni di Tribun Bupati Aceh Tamiang, Jumat (11/9/2026). Foto: Dok Jbnn.net/ Ricky Syahrudi.

JBNN.net, Kuala Simpang | Semangat kebangkitan pascabencana mewarnai kunjungan kerja Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, di Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (11/9/2026).

Deretan karya lukis hasil tangan pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menyambut kedatangan rombongan kementerian di tribun Bupati Aceh Tamiang.

Pameran seni yang melibatkan perwakilan pelajar dari delapan sekolah di wilayah tersebut tampak meriah berjejer di area tribun. Kegiatan pameran ini masuk dalam rangkaian besar program “Peduli Pulih Bersama Bangkit Berdaya”, sebuah inisiatif dari Kementerian Ekraf untuk memulihkan aktivitas perekonomian serta motivasi masyarakat setelah wilayah tersebut dilanda bencana banjir.

Usai bertemu Barista di Aula Setdakab Aceh Tamiang, Teuku Riefky menyediakan waktu khusus untuk menyusuri area pameran dan mengamati satu per satu kanvas karya anak-anak daerah. Ia mengapresiasi langsung bakat seni para pelajar dan menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memberi ruang berkembang agar karya tersebut memiliki nilai tambah.

Teuku Riefky memastikan apresiasi ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Ia menyatakan akan menyeleksi karya-karya lukis tersebut untuk dibawa ke ibu kota dan dikembangkan menjadi produk turunan bernilai jual.

“Sepuluh di antaranya akan kita bawa ke Jakarta supaya tidak berhenti di pameran. Bagaimana hasil karya lukisan ini bisa turun menjadi merchandise (cenderamata) dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Riefky.

Langkah tersebut sejalan dengan fondasi dasar ekonomi kreatif. Menurut Riefky, potensi dan hobi masyarakat di daerah harus mendapat pendampingan agar mampu memberikan dampak ekonomi secara nyata.

“Memang ekonomi kreatif adalah bagaimana hobi kita dan budaya kita itu bisa memberikan nilai-nilai ekonomi,” urai dia.

Salah satu karya yang menonjol dan menarik perhatian di lokasi pameran adalah lukisan milik Muhammad Ridho Anshari, pelajar dari Sekolah Swasta Auqab Binaul Ummah. Saat ditanya mengenai objek lukisannya, Ridho menjawab dengan lugas.

“Gambar gunung, hutan, ada perahu merah,” katanya.

Pesan pelestarian lingkungan tersampaikan dengan kuat melalui coretan tangan dan keterangan tertulis pada karya Ridho. Ia mendeskripsikan alam sebagai rumah bagi makhluk hidup seperti harimau, monyet, dan aneka tumbuhan. Hutan, menurut catatan di lukisannya, berfungsi melestarikan hewan langka seperti burung cenderawasih dan harimau Sumatra, serta menyediakan sumber daya kayu untuk pembuatan perahu.

Pameran seni lukis pelajar ini bersanding dengan sejumlah program pemberdayaan lain yang dipantau langsung oleh Menteri Ekraf pada hari yang sama. Seluruh kegiatan dirancang untuk menyentuh berbagai subsektor industri kreatif di Aceh Tamiang.

Agenda pendampingan tersebut mencakup pelatihan manajemen bisnis bagi para ibu pelaku usaha kuliner. Pelatihan ini difokuskan pada pembenahan tata kelola keuangan agar pelaku usaha skala mikro mampu memisahkan antara uang dapur rumah tangga dan modal bisnis.

Kementerian Ekraf juga menginisiasi aktivasi fasilitas gedung pemerintah daerah sebagai ruang kreatif berbasis konten digital, serta menggelar uji sertifikasi kompetensi untuk para pembuat kopi atau barista lokal.

Seluruh langkah strategis ini diharapkan mempercepat pemulihan roda ekonomi daerah dan membuka peluang usaha mandiri bagi masyarakat Aceh Tamiang di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *