‎Penggembala Yang Taat Beribadah, Pergi Dengan Cara Tak Wajar, Menyisakan Kesan Haru

Foto:Dok Ist

JBNN.net | Desa Pusu Ingin, Kecamatan Manggeng. Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Di hebohkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki berusia 17 tahun pada Rabu siang (31/07/2025). pukul 14.15 wib. Jenazah dengan kondisi yang tidak wajar itu di temukan dalam sebuah gubuk di kebun sawit milik warga setempat.

‎Kepala Desa Pusu Ingin Jaya, Khairuddin, membenarkan penemuan mayat remaja dengan insial AS itu, kepada Jbnn.net ia menyebutkan, awal mula seorang remaja R (14) sedang bermain di kebun tempat lokasi kejadian, ia melihat AS dalam kondisi sudah tidak bernyawa, sontak saja ia langsung memberikan informasi kepada masyarakat sekitar.

‎Almarhum merupakan seorang remaja yang taat beragama, belakangan AS diketahui pernah menuntut ilmu di salah satu  Pesantren, Kecamatan Labuhan Haji, Aceh Selatan. Berlatar belakang sebagai seorang santri, mendiang AS telah menunjukkan sikap santun dalam kesehariannya.

‎Sikap demikian di sampaikan oleh Khairudin sebagai kepala Desa setempat, via telpon dijelaskan, mendiang AS banyak menghabiskan waktu membantu kedua orangtua di Kebun, ia bekerja sebagai pengembala sapi.

‎”orangtuanya memiliki beberapa sapi, berhubung almarhum sudah pulang dari Pesantren, ia turut membantu keluarga dengan cara gembala sapi” tutur Khairudin.

‎Keuchik Khairudin menambah, selama ini mendiang AS tidak pernah ada catatan buruk di dalam Desa, termasuk tidak bersinggungan dengan remaja lain, atau masyarakat Desa, apalagi cek-cok di dalam keluarga.

‎”sebagai sosok pendiam, Almarhum juga aktif bermasyarakat, termasuk mengikuti kegiatan pemuda Desa, tidak pernah ada catatan buruk selama ini, sebagai Keuchik kami juga merasa kehilangan” tutur Khairudin.

‎Salah seorang anggota keluarga yang tidak mau disebutkan namanya, mengungkap. Setelah ditemukan, jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka, berselang satu jam, pihak keluarga bersepakat untuk menyegerakan pemakaman.

‎Mendiang AS di makamkan di Desa Pusu Ingin Jaya pada sore hari, pihak keluarga menyimpulkan bahwa almarhum murni melakukan bunuh diri, sampai saat ini orangtua telah mengikhlaskan kepergian almarhum, dan menolak untuk di proses.

‎”kami pihak keluarga sempat menolak untuk dilakukan autopsi oleh aparat penegak hukum, termasuk melarang untuk di proses lebih lanjut, kami semua sudah ikhlas” ucap salah satu keluarga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *