JBNN.Net | Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Gelombang dua tahun 2024 menggelar pelatihan pengolahan bunga mawar yang dikemas menjadi “Rose Tea” serta Labu Siam menjadi cemilan berupa keripik yang diolah menjadi “SiRupuk dan Siripik”, yang memiliki nilai jual.
Kegiatan itu digelar di Dusun Maduarjo, Desa Badadan, Kecamatan Ngajum, Malang, Jawa Timur, Minggu (20/4/2025).
Tak hanya Rose Tea, SiRupuk dan SiRipik, para peserta yang diikuti kelompok ibu-ibu PKK tersebut juga diajarkan secara langsung membuat kerajinan tangan berupa gantungan kunci menggunakan bahan Resin yang dinamai whisper Of Petals.
Ahmad Nursajidin Kepala Dusun Maduarjo menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan pelatihan yang digelar mahasiswa PPG. Ia menilai pelatihan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama bagi ibu-ibu PKK.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan manfaat langsung bagi warga, khususnya ibu-ibu PKK. Pelatihan seperti ini penting untuk menggali potensi lokal dan mendorong warga agar lebih kreatif dalam mengembangkan produk yang bisa meningkatkan perekonomian keluarga,” ujarnya.
Salah seorang peserta pelatihan mengaku senang dan termotivasi. “Bahan-bahannya mudah ditemukan dan prosesnya tidak rumit. Saya ingin mencobanya sendiri di rumah,” ujar Bu Yanti, salah satu peserta.
Sementara itu, Erna Yayuk selaku Dosen pembimbing lapangan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pendidikan berbasis komunitas yang mengintegrasikan dunia akademik dengan pemberdayaan masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki peran nyata dalam menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat,” ujarnya
Untuk diketahui, Data BPS Kabupaten Malang tahun 2024, luas panen bunga mawar di Kecamatan Ngajum mencapai 1,5 hektar dan labu siam sekitar 87 hektar. Namun selama ini, hasil panen masih dijual dalam bentuk mentah.
Oleh karenanya, Mahasiswa berharap pelatihan ini menjadi langkah awal mendorong masyarakat mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi melalui optimalisasi potensi lokal.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi desa melalui optimalisasi potensi lokal.






