jBNN.Net | Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh mengadakan sosialisasi pengawasan Pilkada di Grand Arya Hotel, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (17/10).
Mahdi, Ketua Panitia Pelaksana mengatakan, Sebanyak 60 peserta turut hadir dalam kegiatan tersebut, yang diikuti Pengawasan Pemilihan Lapangan (PPL) Panwascam serta Panwaslih Kabupaten.
Maksud tujuan kegiatan itu, Mahdi menyebutkan untuk menyamakan persepsi mengenai isu yang sering timbul pada tiap tahapan pemilihan.
“Kurang lebih 60 peserta, dengan harapan dapat mencapai kesepakatan dan pemahaman baru terkait isu,” Kata Mahdi.
Penting untuk diingat lanjut Mahdi, sosialisasi pengawasan pilkada serentak tahun 2024 ini menjadi landasan utama dalam pelaksanaan, hingga terjalin komunikasi dua arah antara Panwaslih dan masyarakat.
“Disamping menguatkan desiminasi informasi agar bisa terbaca dan terserap oleh masyarakat luas, bisa juga mengurangi informasi tentang berita hoax atau berita dengan sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan ujaran kebencian,” katanya.
Dengan demikian, hasil sosialisasi pengawasan ini bermanfaat juga berkontribusi untuk mensukseskan pemilih gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota serentak 2024.
Sementara, Drs. H. Muhammad AH, selaku Koordinator Divisi Pencegahan, Partispasi dan Hubungan Masyarakat Panwaslih Provinsi Aceh dalam kesempatan itu mengingatkan kepada seluruh panitia pengawas tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa untuk mengoptimalkan fungsi pengawasan di tiap tahapan.
“Untuk bisa memaksimalkan lagi fungsi pengawasan disisa waktu yang hanya tinggal 41 hari lagi ini,” sebut Drs. H. Muhammad AH.
Drs. H. Muhammad AH juga Menyampaikan terkait aturan pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) di beberapa titik lokasi yang dilarang dan diperbolehkan. Jika dilanggar Pihak nya tidak segan untuk menurunkan nya.
“jika ada yang memasang di jalan Protokol, kita himbau supaya diturunkan dan apabila sudah kita himbau tidak juga di turunkan maka akan segera kita tindak,” katanya.
Diakhir Drs. H. Muhammad AH berharap perlunya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif.
Menurutnya, Panwaslih tidak bisa bekerja sendirian harus ada andil dari masyarakat
“Harapan kepada masyarakat perlu sekali dalam pengawasan ini, kami mohon kepada masyarakat untuk terlibat pengawaan partisipatif dan kami yakin bahwa Pilkada kalau Panwaslih sendiri yang mengawasi ini pasti tidak cukup,” ujarnya.
Dengan begitu “Pilkada yang digelar 27 November mendatang bisa diterima oleh semua pihak,” tutupnya.





