‎Tokoh Pemekaran Abdya Dorong Peran Strategis BUMD Dalam Pembangunan Ekonomi Daerah

H. Nafis A. Manaf(Foto:Dok Jbnn.net)

JBNN.Net | Salah seorang tokoh pemekaran Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), H. Nafis A. Manaf, menekankan pentingnya peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendorong pembangunan ekonomi di wilayah tersebut, khususnya pada sektor-sektor riil seperti pertanian, perkebunan, dan kelautan. ‎Penegasan itu disampaikan kepada Jbnn.net , Snin 7 Juli 2025 di Abdya.

Menurut Nafis, sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Abdya dan memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) daerah

“‎Sektor ini harus menjadi perhatian utama BUMD ke depan, karena selain mendongkrak PAD, ia memberi dampak langsung terhadap pendapatan masyarakat,” jelas mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya periode 2006–2007 itu.

Nafis juga menyoroti kondisi BUMD Abdya yang dinilai belum optimal. Ia menyebutkan selama lebih dari tiga dekade, banyak rencana pengembangan sektor usaha yang berakhir mati suri.

“Selama 32 tahun, banyak rencana pembangunan sektor usaha yang mati suri. Kini waktunya BUMD tampil sebagai instrumen pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja, pelayanan publik, dan pemerataan pembangunan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nafis menyampaikan harapannya terhadap kepemimpinan figur muda Suhaimi yang kini menjabat sebagai Plt. Direktur Utama BUMD Abdya. Ia menilai, kehadiran Suhaimi diharapkan mampu membawa semangat perubahan, salah satunya melalui pengaktifan kembali Rice Milling Unit (RMU) modern yang selama ini mangkrak.

RMU tersebut digadang-gadang memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi sekaligus sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), asalkan dikelola secara profesional dan inovatif.

Selain itu, Nafis juga mendorong agar BUMD menjadi wadah penyerapan tenaga kerja lokal untuk mengurangi pengangguran, serta menjadi pionir di sektor-sektor ekonomi yang belum dilirik oleh swasta.

Ia menambahkan, BUMD seharusnya mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi, menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam kebijakan pembangunan, dan memperkuat kolaborasi antar BUMD di tingkat nasional.

Menyinggung kondisi politik nasional, Nafis optimistis bahwa terpilihnya Presiden RI dari partai yang sejalan dengan Pemerintah Kabupaten Abdya akan membuka peluang sinergi lebih kuat antara pusat dan daerah.

Nafis menutup pernyataannya dengan harapan agar semangat kebangkitan ini dijalankan bersama, mengusung slogan “Sapeukhen Sahoe Langkah” sebagai simbol kolaborasi antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat dalam membangun Abdya ke arah yang lebih maju.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *