JBNN.Net | Ketua Perhimpunan Remaja Masjid – Dewan Masjid Indonesia (Prima DMI) Kabupaten Aceh Barat Abdul Razak mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terlalu tendensius menanggapi persoalan isu yang telah membawa nama Pejabat Bupati Abdya Sunawardi.
Abdul Razak menilai kejadian tersebut masih berupa kesalahan pahaman antara Pj Bupati dan oknum tenaga kontrak pada Dinas terkait.
“saya melihat kejadian ini masih bernilai kesalahan pahaman antara keduanya, baik dari Pejabat Bupati Abdya maupun oknum tenaga kontrak yang di maksud” kata Razak
Selain itu Abdul Razak mengajak seluruh komponen masyarakat supaya menjaga citra Kabupaten Abdya dari isu yang menjadi cemoohan di kemudian hari, menurutnya upaya tersebut bisa dilakukan dengan cara tidak melakukan propaganda isu melalui media sosial
“kami selaku salah satu masyarakat Abdya mengajak seluruh komponen masyarakat agar menahan diri dengan tidak melakukan propaganda dalam bentuk tulisan di media sosial terkait isu yang berbau sara tersebut, sebagai bentuk menjaga citra dan Marwah kabupaten Abdya” ajaknya
Abdul Razak mengatakan hal demikian lumrah terjadi di setiap institusi pemerintahan maupun non pemerintahan, sebagai sebuah kelompok kerja struktural, menurut ketua Prima DMI ini terkadang isu bisa digiring berdasarkan opini bahkan di lebih-lebih kan untuk kepentingan politik.
Selain itu Razak menambah persoalan internal pemerintahan bisa di selesaikan secara kekeluargaan di internal tidak perlu harus di besarkan, apalagi itu berupa hal yang tidak melukai atau harus melakukan perawatan yang bersifat urgensi.
“saya rasa hal demikian bisa di selesaikan secara internal pemerintahan atau secara kekeluargaan saja, belum tentu yang kita dengar begitu adanya terjadi di lapangan” tutup Razak.





