Panwaslih Aceh Siap Awasi Penghitungan Ulang Suara di Pidie Jaya dan Aceh Timur

Ketua Panwaslih Aceh,Agus Syahputra Menyampaikan Keterangan Pers (Foto:Jbnn.net)

JBNN.Net | Panwaslih Provinsi Aceh telah mengantisipasi kebutuhan sumber daya untuk pengawasan pelaksanaan Penghitungan Ulang Surat Suara (PUSS) pasca Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) di Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Timur.

Ketua Panwaslih Aceh, Agus Syahputra, menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk Tim Fasilitasi Pengawasan guna membantu Panwaslih kabupaten setempat dalam proses penghitungan dan rekapitulasi surat suara di setiap panel, sebagaimana diinformasikan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) di kedua kabupaten tersebut.

Selain mempersiapkan tim fasilitasi, Panwaslih Provinsi Aceh juga telah berkoordinasi dengan Kapolda Aceh, Irjen. Pol. Achmad Kartiko, yang diwakili oleh Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Aceh, Kombes Pol. Heri Heriyandi, Direktur Kriminal Umum, dan perwakilan Direktur Intelkam di Mapolda Aceh pada 28 Juni 2024.

Sebagai langkah pencegahan dugaan pelanggaran pemilu, Panwaslih Provinsi Aceh telah mengirimkan Surat Imbauan kepada KIP Aceh dengan nomor 112/PM.00.01/K.AC/06/2024 dan 113/PM.00.01/K.AC/06/2024, tertanggal 26 Juni 2024. Hal ini disampaikan Agus Syahputra dalam diskusi bersama sejumlah media pada Kamis, 4 Juli 2024.

Panwaslih Provinsi Aceh juga telah melakukan serangkaian kegiatan pendukung untuk Tim Fasilitasi PUSS, termasuk koordinasi langsung dengan Panwaslih Pidie Jaya dan Aceh Timur.

“Upaya ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan sumber daya manusia, serta mengidentifikasi potensi kerawanan dalam proses persiapan dan pelaksanaan penghitungan serta rekapitulasi di tingkat kecamatan dan kabupaten”,sebutnya

Di tingkat provinsi, Panwaslih Aceh telah mengadakan rapat bersama Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Aceh untuk membahas potensi pelanggaran pidana selama pelaksanaan PUSS. Jika muncul pelanggaran pidana pemilu, Tim Sentra Gakkumdu akan mendampingi proses penyelesaiannya, guna mempermudah penegakan hukum pemilu di Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Timur.

Pada 29 Juni 2024, Panwaslih Aceh juga melaksanakan evaluasi pengawasan Pemilu 2024 dengan partisipasi Ketua, Anggota, dan jajaran Sekretariat Panwaslih Kabupaten/Kota se-Aceh. Evaluasi ini berguna untuk memetakan kerawanan saat pengawasan tahapan pemungutan dan penghitungan suara sebelumnya, serta menjadi dasar dalam pencegahan pelanggaran saat pengawasan PUSS.

Menurut data dari 6 Putusan MK, penghitungan ulang akan diawasi di 770 TPS yang tersebar di 288 desa dan 14 kecamatan di Pidie Jaya dan Aceh Timur. Rinciannya, Aceh Timur memiliki 539 TPS di 185 desa di 11 kecamatan, sementara Pidie Jaya memiliki 231 TPS di 103 desa di 3 kecamatan.

Panwaslih Provinsi Aceh juga mendorong partisipasi masyarakat dan lembaga pemantau pemilu untuk mengawasi pelaksanaan PUSS, guna meminimalkan kecurangan dan dugaan pelanggaran, serta menciptakan kolaborasi pengawasan yang efektif dalam menjaga kemurnian suara pemilih pada Pemilu 2024.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *