JBNN.Net | Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang melayani rute Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali dilaporkan tenggelam setelah mengalami kebocoran pada ruang mesin.
Kejadian tragis ini berlangsung pada Kamis dini hari (3/7), hanya sekitar 25 menit setelah kapal berangkat pukul 22.56 WIB pada Rabu malam.
Menurut keterangan tertulis dari Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, informasi pertama diterima melalui saluran komunikasi pelayaran.
“Pada pukul 00.16 WITA, KMP. Tunu Pratama Jaya ketika berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, terdengar informasi di channel 17 untuk KMP Tunu Pratama Jaya meminta tolong dan mengalami kebocoran mesin kapal,” ujarnya.
Tak lama setelah itu, sekitar pukul 00.19 WITA, kapal mengalami pemadaman total (black out), dan hanya berselang tiga menit kemudian, kapal tersebut dilaporkan telah terbalik dan hanyut ke arah selatan Selat Bali.
“Untuk saat ini menunggu informasi dan untuk perkembangan akan diinformasikan kembali,” tambah Ariasandy.
Upaya penyelamatan segera dilakukan. Kapal-kapal motor yang berada di sekitar lokasi berusaha mengejar dan memberikan bantuan, namun KMP Tunu Pratama Jaya sudah dalam posisi terbalik.
Tim gabungan dari ASDP Gilimanuk, Polres Banyuwangi, Basarnas, dan Pos TNI AL langsung dikerahkan. Dua kapal penyelamat—masing-masing milik Basarnas dan Polair—ikut serta dalam operasi pencarian.
Sementara itu, petunjuk awal keberadaan korban muncul di Pantai Boom, Banyuwangi, berupa pelampung keselamatan (life jacket) yang ditemukan terdampar.
“Sementara informasi didapat life jaket ditemukan di Pantai Boom Banyuwangi. Dimungkinkan arus mengarah kembali ke Ketapang. Sampai saat ini pencarian masih berlangsung,” jelasnya.
Insiden ini pertama kali disaksikan oleh petugas jaga syahbandar dan segera dilaporkan ke Basarnas serta pihak terkait lainnya. Berdasarkan data manifest, kapal tersebut mengangkut 53 penumpang, 12 kru, serta 22 unit kendaraan, termasuk 14 truk tronton.
“Kapal yang diperkirakan tenggelam pukul 23.20 WIB ini juga memuat 22 kendaraan diantaranya 14 truk tronton,” sambungnya.
Hingga saat ini, empat orang dilaporkan telah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah menumpang sekoci penyelamat. Proses pencarian terhadap penumpang lainnya masih terus dilakukan oleh tim gabungan di sekitar perairan Selat Bali.
Sumber:Cnnindonesia.com






