Keucik Gampong Keude Siblah Minta Forkopimda Menetapkan Titik Meugang di Pante Krueng Beukah Abdya

Ampoen Rinaldy(Foto:Ist)

JBNN.Net |  Ampoen Rinaldy meminta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Barat Daya untuk mengembalikan Adat Meugang pada satu tempat, di Pante Krueng Beukah Gampong Keude Siblah Kecamatan Blangpidie Abdya.

Hal itu sudah menjadi Adat Bagi Masyarakat Aceh Barat Daya dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya, untuk penggelaran Meugang di Pante Krueng Beukah Gampong Keude Siblah Kecamatan Blangpidie yang dahulunya di sebut Kuta Batee.

Bacaan Lainnya

Sejak dulu, dibawah Pemerintahan Teuku Pang Chiek seterusnya Ampoen Teuku Raja Sabie, pelaksanaan meugang ditetapkan di satu titik di Pante Krueng Beukah Gampong Keude Siblah.

Pada saat pandemi Covid 19 melanda beberapa tahun yang lalu, pusat meugang sudah hilang dan berubah menjadi jajakan daging yang semraut dan tidak tertib untuk pelaksanaannya.

Pemerintahan Gampong keude siblah sangat keberatan dengan pelaksanaan prosesi meugang “sembelih hewan” yang tidak beraturan, seperti yang sudah dilaksanakan selama 4 tahun ini, di depan lapangan Persada, Jln Ataqwa dan jalan Manyang. Itu semua, membuat lalu lintas menjadi macet, sampah sisa kotoran hewan berserakan.

Yang paling mirisnya kata Rinaldi – kami menanggung aroma bau tak sedap,” bau amis” setelah 15 hari usai meugang di laksanakan.

Dan perlu kami sampaikan, lanjut Ampoen Rinaldy – persoalan ini banyak mendapat kritikan dan omongan dari masyarakat, tapi tidak tau kepada siapa yang harus disampaikan. Sebab, usai meugang dilanjutkan dengan menyambut bulan suci Ramadhan banyak dari masyarakat terutama kaum ibu-ibu yang berjualan menu buka puasa.

“Saya berharap kepada Forkopimda Aceh Barat Daya segera menempatkan titik Meugang di Pante Krueng Beukah Keude Siblah seperti sedia kala,” tegasnya.

Hari ini tidak ada alasan lagi pelaksanaan Meugang di pingir dan badan jalan seperti, pandemi Covid 19 pun telah usai. Seperti Kecamatan Manggeng dan kecamatan lain sudah mengembalikan pusat meugang di titik semula, jadi alasan dan pertimbangan apa lagi,”tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *