Ketua KNPI Aceh Tamiang, M. Luthfi Hidayat, Beri Pembekalan Relawan Aceh Mengajar di Aceh Tamiang

Foto: Dok Jbnn.net/Ricky Syahrudy

JBNN.Net | Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Aceh Tamiang, M. Luthfi Hidayat, ST., M.SP., menjadi narasumber dalam acara pembekalan relawan yang diselenggarakan oleh Lembaga Aceh Mengajar. Kegiatan ini berlangsung di Tribun Bupati Aceh Tamiang dan dihadiri oleh puluhan peserta, termasuk pengurus Lembaga Relawan Aceh Mengajar serta para peserta pembekalan.

Dalam sesi pembekalan tersebut, Luthfi menyoroti pentingnya gizi dalam tumbuh kembang anak, yang menurutnya sangat berpengaruh terhadap kecerdasan mereka. “Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi untuk masa depan. Sosialisasikan masalah gizi kepada masyarakat agar kondisi ideal dapat tercipta di masa depan. Tumbuh kembang anak berbanding lurus dengan kecerdasannya. Orang tua harus melek akan pentingnya pendidikan demi menciptakan sumber daya manusia yang mumpuni, khususnya generasi Aceh Tamiang ke depan,” jelas Luthfi.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Luthfi juga menekankan pentingnya kemandirian dan keuangan yang baik bagi relawan. Menurutnya, pengabdian akan terasa lebih nikmat jika relawan telah selesai secara finansial dan ekonomi, misalnya dengan memulai bisnis. “Hari ini anak muda harus mandiri dan pengabdian akan terasa lebih nikmat jika hidup kita telah selesai secara finansial dan ekonomi, seperti memulai bisnis dan niaga,” ujar Luthfi.

Luthfi juga menambahkan bahwa setiap individu memiliki tugas kolektif untuk memajukan daerahnya. “Jika kita tidak bisa berkontribusi kepada negara atau daerah, paling tidak kita tidak menjadi beban. Kemajuan daerah adalah tugas kolektif setiap insan dan itu adalah sebuah keniscayaan,” kata Luthfi.

Di akhir pembekalannya, Luthfi mengutip pesan dari John F. Kennedy, “Jangan tanyakan apa yang negara ini berikan kepadamu tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negaramu.”

Diketahui, sejumlah relawan yang mengikuti pembekalan ini akan diberangkatkan ke dua lokasi, yaitu Desa Tampor Paloh dan Desa Tampor Bor di Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, selama 10 hari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *