JBNN.net,Banda Aceh | Suasana di Asrama Haji Embarkasi Aceh mulai berubah menjelang keberangkatan musim haji 2026. Langkah para calon jemaah yang bersiap menunaikan rukun Islam kelima tahun ini akan mendapat layanan berbeda dari biasanya.
Pemerintah Aceh menyiapkan jalur keberangkatan khusus melalui gedung VVIP di Bandara Sultan Iskandar Muda.
Fasilitas yang selama ini identik dengan tamu negara itu, tahun ini dibuka untuk para tamu Allah.
Kebijakan tersebut diumumkan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, usai apel siaga Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Senin (4/5/2026). Ia didampingi Kepala Kanwil Kemenhaj Aceh, Arijal.
Bagi para jemaah, perubahan ini bukan sekadar soal jalur keberangkatan. Ada pesan penghormatan yang ingin dihadirkan pemerintah: memberi kenyamanan sejak langkah pertama menuju Tanah Suci.
Menurut Fadhlullah, penggunaan gedung VVIP merupakan bagian dari program Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Muzakir Manaf dan Fadhlullah untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji.
“Ini merupakan program Pemerintah Aceh yang memprioritaskan pelayanan bagi calon jemaah haji Aceh,” ujarnya.
Skema pelayanan pun disusun agar lebih praktis. Seluruh proses pemeriksaan X-ray untuk barang bawaan maupun jemaah dilakukan lebih dulu di Asrama Haji. Dengan begitu, saat rombongan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, mereka tidak lagi harus mengantre pemeriksaan keamanan sebagaimana penumpang reguler.
Dari gedung VVIP, para jemaah dapat langsung bergerak menuju pesawat.
Bagi banyak calon jemaah, terutama para lanjut usia, kemudahan seperti ini memiliki arti besar. Tidak sekadar mempercepat proses keberangkatan, tetapi juga mengurangi kelelahan sebelum menempuh perjalanan panjang menuju Mekkah.
Kloter pertama calon jemaah haji Aceh dijadwalkan mulai memasuki Asrama Haji pada Selasa sore, 5 Mei 2026. Di sana, mereka akan mengikuti proses pelepasan sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci pada dini hari, Rabu, 6 Mei 2026.
Fadhlullah juga mengingatkan seluruh petugas haji agar menjaga semangat pelayanan.
Ia menegaskan bahwa perjalanan ibadah para jemaah harus diiringi dengan pendampingan yang penuh tanggung jawab, kesabaran, dan perhatian.





