JBNN.net | Sejumlah siswa SMA terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh saat berada di warung kopi pada jam pelajaran, Rabu (28/1/2026). Para pelajar tersebut kedapatan bermain batu domino, padahal seharusnya mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Razia tersebut merupakan bagian dari patroli rutin Satpol PP dan WH Aceh dalam rangka penegakan disiplin aparatur sipil negara (ASN), sekaligus pengawasan dan pembinaan terhadap pelajar yang berkeliaran di luar lingkungan sekolah saat jam belajar berlangsung.
Plt Kasatpol PP dan WH Aceh, Tarmizi, SP, MM, melalui Kasi Humas Huzaifal, S.Sos, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 01 Tahun 2024 yang mengatur tentang penertiban PNS yang keluar tanpa izin pada jam dinas serta pengawasan dan pembinaan pelajar yang berkeliaran pada jam sekolah.
“Dalam patroli kali ini, petugas menemukan delapan pelajar SMA di kawasan Kecamatan Meuraxa. Mereka sedang bermain batu domino saat jam sekolah. Saat petugas datang, enam orang melarikan diri dan dua orang lainnya langsung kita lakukan pembinaan di lokasi,” kata Huzaifal.
Menurutnya, kedua siswa tersebut diberi peringatan keras dan diminta tidak mengulangi perbuatannya. Petugas juga menegaskan agar mereka tetap berada di sekolah selama jam pelajaran berlangsung.
“Kami tekankan agar siswa tidak berkeliaran di luar sekolah saat jam belajar, apalagi sampai bermain domino di warung kopi,” tegasnya.

Tidak berhenti di situ, dalam patroli yang sama, petugas kembali menemukan enam siswa SMK yang sedang nongkrong di sebuah warung kopi di kawasan Lhong Raya, Banda Aceh. Terhadap para siswa tersebut, Satpol PP dan WH juga langsung melakukan pembinaan di tempat.
“Semua siswa yang terjaring hari ini kita bina di lokasi dan diminta membuat komitmen untuk tidak mengulangi lagi,” ujar Huzaifal.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan langkah tegas di tingkat sekolah.
“Kami akan menegur pihak sekolah dan meminta mereka lebih ketat dalam melakukan pembinaan, termasuk menghubungi orang tua jika ada siswa yang tidak hadir tanpa keterangan. Ini akan menjadi perhatian serius kami ke depan,” tegas Murthalamuddin





