Beredar Spanduk terhadap Ketua JASA Bireun, DPW JASA Abdya Angkat Bicara !

Foto:Ist

JBNN.Net | Beredarnya spanduk pada tanggal 24/11/2023 yang bertuliskan “Jaringan Aneuk Syuhada Boneka KPA” serta bertuliskan di foto Tgk Mauliadi Sulaiman selaku ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jaringan Aneuk Syuhada (JASA) Bireun sebagai “penghianat” oleh oknum yang tak bertanggung jawab dikawasan Bireun, menuai kritikan pedas dari berbagai pihak. Sebab hal tersebut dinilai dapat memicu polemik dan kekisruhan yang tidak sehat bagi perdamaian Aceh.

“Jika ada persoalan dan masalah dengan Aneuk JASA, seharusnya oknum tersebut berhadapan langsung secara jentelmen bersama JASA dan kita bicarakan jalan penyelesaiannya, bukan menebarkan spanduk propaganda dan murahan seperti itu,” ungkap Ketua DPW JASA Abdya, Ibrahim kepada media dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/11/2023).

Bacaan Lainnya

 

 

Ketua JASA Abdya,Ibrahim (Foto:Ist)

 

Ibrahim menilai, spanduk yang beredar tersebut sangat tidak bermoral dan menciderai perdamaian yang tengah berlangsung.

“Jangan pancing suasana menjadi buruk, semua persoalan dapat kita bicarakan dan diluruskan. Tak perlu jadi pecundang,”tegasnya.

Ibrahim menjelaskan bahwa prinsip kehadiran JASA adalah wadah yang mengorganisirkan seluruh Jaringan Anak Syuhada Aceh bertujuan untuk memperjuangkan dan mengawal representatif Aceh sesuai kesepakatan Perdamaian antara RI dan GAM. Dan hal tersebut sudah dijamin dalam UUPA Nomor Tahun 2006.

“Kehadiran kami sebagai monitoring hak kekhususan bangsa Aceh berdasarkan hasil perdamaian MOU Helsingiki serta menjaga konstitusi UUPA yang sudah berjalan di Aceh,”terangnya.

Maka atas kejadian tersebut,lanjutnya, kami meminta Kapolda Aceh untuk mengusut dan menindak tegas atas sikap oknum yang mengedarkan spanduk tersebut, sebab dianggap propokator yang mengusik ketidaknyamanan rakyat Aceh serta dapat memicu kekisruhan yang berkelanjutan.

“Kami cinta Damai Bukan Berarti Kami Takut Mati, dan kami tak ingin main hakim sendiri, sebab negara kita adalah negara hukum, maka kami minta aparat penegak hukum untuk mengusutnya secara tuntas,” tuturnya.

Dia juga mengajak dan menghimbau Kepada semua Pihak untuk berkolaborasi dan membangun Aceh dengan rasa cinta serta menjaga Perdamaian.

“Kita harus mengImplementasikan nilai moral yang baik demi terwujudnya perdamaian berkelanjutan agar generasi bangsa Aceh dapat merasakan kenyamanan dan ketentraman,”tutupnya.

 

 

 

Penulis : Ikhwan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *