HUT ke 9 Tahun Ruang Baca Berlangsung Meriah, ada Pajang Esai Banjir

Jbnn.net, Kota Langsa | Seutas tali yang membentang di Keude Kupi Rumoh Aceh, Desa Paya Bujok Tunong, disulap menjadi galeri jalanan tempat puluhan esai pendek dipajang, Sabtu (3/10/2026). Pameran sederhana ini mewarnai aksi kumpul komunitas dalam rangka hari jadi ke-9 Komunitas Ruang Baca.

Lebih dari itu, ajang ini dikemas sebagai ruang temu interaktif bagi warga dan pencinta buku. Pengunjung disuguhi talkshow kepenulisan bersama Ida Fitri, diskusi kehumasan oleh Mawaddah Ulya, live painting, musik akustik, hingga pementasan teater yang menceritakan perjalanan komunitas.

“Tadi pementasan teater paling bikin suasana cair dan hidup,” kata Ketua Panitia, Tabir, saat memberikan keterangan kepada jbnn.net.

Esai yang dipajang lanjut Tabir, adalah karya anak-anak Ruang Baca saat mereka menjadi relawan banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang satu tahun yang lewat.

“Karya tulis dari anggota kita saat merespon bencana banjir kemarin lewat program psikososial diantaranya Agnes, Agung, Ibnu Kamil dan Sera dengan nama penanya Sengangar petir,” ulangnya.

Aksi pamer esai gantung tersebut langsung memantik perhatian warga yang sedang bersantai. Vicky (27), salah satu pengunjung kafe, mengaku terkesan dengan konsep yang dibawakan.

“Mantap acaranya, nggak berasa kaya acara formal. Kita bisa langsung baca tulisan mereka sambil ngopi dan diskusi santai,” ujar Vicky.

Melalui kegiatan ini, Ketua Komunitas Ruang Baca, Aina Rafa, menegaskan fokus mereka untuk terus membumikan literasi agar makin dekat, mudah, dan menyenangkan bagi masyarakat.

“Kami sengaja membuat gimana caranya orang lebih gampang mengakses dan menyukai buku,” demikian ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *