Waspada! BMKG Tetapkan Aceh Siaga Hujan Lebat

Hujan Deras dan Angin Kencang(Foto:Ilustrasi Dok Is)

JBNN.net, Banda Aceh |  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Jumat, 2 Oktober 2026,  di beberapa wilayah Aceh.

Berdasarkan informasi pada materi peringatan BMKG yang ditampilkan 30 September 2026, Aceh dan Sumatera Utara berada pada kategori Siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Status Siaga menunjukkan adanya potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, dengan dampak yang dapat signifikan terhadap aktivitas masyarakat, layanan publik, maupun infrastruktur.

10 Wilayah Aceh Masuk Peringatan Siaga Untuk periode 2 Oktober 2026, rincian kabupaten/kota pada materi BMKG menunjukkan terdapat 10 wilayah di Aceh yang masuk dalam peringatan dini hujan lebat–sangat lebat atau kategori Siaga, yakni:
• Aceh Barat Daya
• Aceh Selatan
• Aceh Tenggara
• Aceh Utara
• Bener Meriah
• Bireuen
• Gayo Lues
• Pidie
• Pidie Jaya
• Nagan Raya

Wilayah-wilayah tersebut perlu mencermati kemungkinan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi, terutama karena kondisi geografis sejumlah daerah Aceh juga memiliki kerentanan terhadap banjir dan longsor.

Peringatan Berubah dari Hari ke Hari
Materi BMKG juga menunjukkan bahwa wilayah yang masuk kategori Siaga di Aceh mengalami perubahan selama periode 30 September–2 Oktober 2026.

Pada 1 Oktober, wilayah yang tercantum adalah Kota Subulussalam. Sementara pada 2 Oktober, peringatan mencakup 10 kabupaten sebagaimana daftar di atas.

Perubahan wilayah tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak cukup hanya mengacu pada peringatan hari sebelumnya, tetapi perlu memantau pembaruan informasi BMKG secara berkala.

Meskipun Aceh berada pada kategori Siaga, materi BMKG untuk 2 Oktober 2026 tidak mencantumkan Aceh dalam kategori Awas.

Kategori Awas merupakan tingkat yang lebih tinggi, dengan potensi dampak hidrometeorologi meluas yang dapat menyebabkan gangguan layanan publik, kerusakan signifikan terhadap infrastruktur, serta risiko keselamatan.

Dengan demikian, status yang tercantum untuk Aceh pada 2 Oktober adalah Siaga, bukan Awas.

Masyarakat di wilayah yang masuk peringatan diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika hujan berlangsung dengan intensitas tinggi atau dalam durasi panjang.

Kewaspadaan perlu ditingkatkan di sekitar sungai, daerah rendah, kawasan rawan banjir, lereng, serta wilayah yang memiliki riwayat longsor.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *