JBNN.net, Jakarta | Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam kebakaran besar yang melanda sebuah tempat hiburan di kawasan Lat Phrao, Distrik Chatuchak, Bangkok, Thailand, Minggu (12/7/2026).
Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan kepastian tersebut diperoleh setelah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok melakukan penelusuran dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait di Thailand.
“Berdasarkan koordinasi KBRI Bangkok dengan pihak kepolisian, rumah sakit, dan otoritas setempat, hingga saat ini belum terdapat informasi mengenai WNI yang meninggal dunia maupun mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut,” ujar Heni dalam keterangan resminya, Senin (13/7/2026).

Menurut data sementara dari otoritas Thailand, kebakaran itu menyebabkan sedikitnya 27 orang meninggal dunia dan 63 lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar korban dilaporkan tewas akibat menghirup asap tebal yang memenuhi area bangunan saat insiden berlangsung.
Berdasarkan laporan pihak berwenang setempat, api diduga bermula dari percikan yang muncul pada pemutus sirkuit listrik di dekat panggung tempat hiburan tersebut. Percikan itu kemudian memicu kebakaran yang disertai pemadaman listrik total dan ledakan, sehingga memperparah situasi di dalam gedung.
Petugas pemadam kebakaran dan kepolisian setempat berhasil mengendalikan kobaran api sekitar dua jam setelah kejadian. Hingga kini, penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran masih terus dilakukan oleh otoritas Thailand.
Heni menegaskan, KBRI Bangkok terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan pendampingan serta bantuan kekonsuleran apabila di kemudian hari ditemukan adanya WNI yang terdampak.
“KBRI Bangkok akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan memastikan perlindungan bagi WNI apabila diperlukan,” katanya.
Peristiwa kebakaran tersebut menjadi salah satu insiden paling mematikan yang terjadi di Bangkok dalam beberapa tahun terakhir dan kini menjadi perhatian pemerintah Thailand.
Sumber:Infopublik.id




