JBNN.net | Ustadz Abdul Somad (UAS) menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa 1 ton daging rendang kepada masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dalam rangkaian peringatan 21 Tahun Tsunami Aceh dan Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor, yang berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (24/12).
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, imam besar Masjid Raya Baiturrahman, para alim ulama, unsur Forkopimda Aceh dan Banda Aceh, jajaran SKPA, serta ribuan jamaah.
Selain 1 ton rendang, UAS juga menyerahkan bantuan lain berupa 10 ton beras, satu unit mobil colt diesel berisi pakaian layak pakai, mushaf Al-Qur’an, buku Iqra, serta bantuan kemanusiaan lainnya.
Seluruh bantuan tersebut bersumber dari Yayasan Tabung Wakaf Umat (TWU) dan akan disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Aceh.
Dalam tausiahnya, UAS menyampaikan bahwa masyarakat Aceh adalah pribadi-pribadi tangguh yang lahir dari rahim perjuangan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga Aceh, merawat generasi muda, serta terus menegakkan nilai amar ma’ruf nahi mungkar dalam kehidupan sehari-hari.
“Orang Aceh sedang ditanam untuk bertumbuh. Mari kita jaga Aceh, mari jaga anak-anak kita, dan mari tegakkan amar ma’ruf nahi mungkar di bumi Aceh,” ujar UAS.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kontribusi UAS dalam membantu masyarakat Aceh yang sedang tertimpa musibah. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban serta memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah situasi bencana.
,Fadhlullah mengajak seluruh masyarakat agar menjadikan peringatan ini sebagai momentum refleksi, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Fadhlullah menyampaikan harapannya agar tausiah yang disampaikan UAS dapat menjadi penyejuk hati sekaligus menumbuhkan semangat bagi masyarakat Aceh untuk bangkit kembali, “mudah-mudahan tausiah dari ustadz Abdul Somad dapat menjadi penyejuk hati dan semangat kebangkitan masyarakat Aceh,” ujar Fadhlullah.
Wagub juga menyampaikan pesan penting kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kedamaian dan ketenteraman di Aceh.
Ia menyoroti perselisihan yang sempat terjadi antara aparat TNI/Polri dan masyarakat pada 25 Desember 2025 di beberapa daerah, termasuk Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Aceh Timur.
Fadhlullah secara tegas mengingatkan agar seluruh pihak tetap mengendalikan sikap dalam menghadapi bencana. Ia juga menekankan agar TNI/Polri dan masyarakat dapat bertindak bijak dalam menghadapi situasi sulit ini, serta mengajak untuk mengedepankan kekompakan dan persatuan dalam membantu korban bencana.
“Kami berharap, TNI/Polri untuk menahan diri dalam situasi ini, dan kepada masyarakat, mari kita bersatu padu dalam misi kemanusiaan. Mari jaga kekompakan untuk membantu saudara kita dalam menghadapi bencana ini,” tegas Fadhlullah.





