Uluran Tangan di Tengah Duka, IPPELMAS Hadirkan Kepedulian untuk Korban Bencana Aceh

IPPELMAS Salur Bantuan Untuk Korban Banjir(Foto:Dok Ist)

JBNN.net | Di tengah puing-puing harapan yang tersisa akibat bencana alam, uluran tangan kepedulian datang dari kalangan muda. Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Susoh (IPPELMAS) membuktikan bahwa solidaritas bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang menguatkan mereka yang tengah diuji.

Dengan dilandasi rasa empati dan tanggung jawab sosial, IPPELMAS menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Umum IPPELMAS, Muhammad Alfhat Ghifari, melalui Lazismu Aceh, sebagai bentuk ikhtiar bersama untuk meringankan beban saudara-saudara yang terdampak.

Langkah ini menjadi penanda bahwa di saat kesulitan melanda, kebersamaan masih menjadi kekuatan paling berharga.

Bagi IPPELMAS, setiap bantuan yang diberikan bukan hanya soal materi, tetapi juga pesan harapan bahwa para korban tidak sendiri dalam menghadapi masa sulit.

Bantuan kemanusiaan ini merupakan hasil penggalangan dana dari mahasiswa serta warga asal Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang kini menetap di Kota Banda Aceh. Aksi tersebut lahir dari keprihatinan mendalam terhadap penderitaan masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Muhammad Alfhat Ghifari menegaskan, keterlibatan mahasiswa dalam aksi kemanusiaan adalah bentuk tanggung jawab moral kaum muda untuk hadir dan berbuat di tengah masyarakat.

“Kami merasa terpanggil melihat kondisi saudara-saudara kita yang terdampak bencana ini. Meski nilainya terbatas, kami berharap bantuan yang dititipkan melalui MDMC dan Lazismu Aceh dapat meringankan beban korban sekaligus menjadi penyemangat untuk bangkit,” ujarnya.

Apresiasi pun datang dari Pos Koordinator Wilayah (Poskorwil) MDMC–Lazismu Aceh. Hendrino Juliansyah, yang mewakili lembaga tersebut, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan IPPELMAS. Ia memastikan bantuan akan segera didistribusikan ke titik-titik pengungsian dan dapur umum yang dikelola relawan Muhammadiyah.

“Kolaborasi dengan elemen mahasiswa seperti IPPELMAS sangat krusial. Semangat gotong royong inilah yang menjadi kekuatan utama kita dalam menghadapi bencana. Insyaallah, bantuan ini akan kami salurkan tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan,” pungkas Hendrino.

Di tengah duka yang belum sepenuhnya pulih, langkah IPPELMAS menjadi pengingat bahwa kepedulian selalu menemukan jalannya. Dari tangan-tangan muda, harapan kembali disemai untuk Aceh yang bangkit.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *